Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menargetkan penyaluran Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) kepada 1,7 juta nasabah hingga akhir 2026.
Untuk merealisasikan target tersebut, PNM dijadwalkan mulai menyalurkan pembiayaan pada 9 November 2026.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pelaksanaan KPPS merupakan bagian dari sinergi perusahaan dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera.
Baca Juga: Zurich Terapkan Teknologi AI untuk Lini Asuransi Kendaraan Bermotor dan Kesehatan
Program ini menyasar perempuan yang telah menjalankan usaha maupun yang baru akan merintis usaha mikro.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) Skema Subsidi Bunga/Subsidi Margin KPPS.
Dalam skema tersebut, pemerintah menetapkan suku bunga sebesar 8% flat per tahun dan mengalokasikan anggaran subsidi bunga sebesar Rp 2,62 triliun untuk tahun anggaran 2026.
"Melalui KPPS, kami ingin memastikan semakin banyak perempuan memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan yang dibutuhkan untuk tumbuh. Setiap pembiayaan bukan sekadar modal usaha, melainkan juga kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik," ungkap Kindaris dalam keterangannya Kamis (5/11/2026).
Sebelum memulai penyaluran, PNM akan menyampaikan dokumen kerja sama kepada Kementerian Keuangan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akses host-to-host dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Dalam pelaksanaannya, PNM akan mengikuti kriteria penerima manfaat yang tercantum dalam pedoman KPPS agar pembiayaan tersalurkan tepat sasaran.
Baca Juga: OJK Beri Insentif Keringanan RBC bagi Perasuransian yang Investasi di Green Financing
Perusahaan juga akan mengoptimalkan jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas jangkauan program.
Selain pembiayaan, PNM menyiapkan pendampingan usaha, literasi keuangan, dan peningkatan kapasitas bagi nasabah.
Upaya tersebut ditujukan agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Upaya ini juga dilengkapi pendampingan usaha, literasi keuangan, serta peningkatan kapasitas agar nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usahanya secara berkelanjutan," tambah Kindaris.
Melalui KPPS, PNM berharap dapat membantu perempuan prasejahtera meningkatkan kemandirian ekonomi.
Program ini juga diharapkan mendorong kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menguat, Rebalancing IHSG Jadi Katalis?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
