kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Meski ada pemulihan ekonomi, pembentukan CKPN BCA tumbuh 50,3% pada Maret 2021


Senin, 03 Mei 2021 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di Bank Central Asia (BCA) BSD Tangerang Selatan./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk mencermati perekonomian Indonesia akan membaik tahun ini seiring dengan dimulainya vaksinasi Covid-19. Kendati demikian, Direktur BCA Vera Eve Liem  mengatakan perbankan masih akan tetap melakukan pencadangan sebagai upaya antisipasi kualitas kredit ke depannya sejalan dengan pemulihan ekonomi di tahun 2021. 

“Per Maret 2021, BCA membukukan biaya pencadangan sebesar Rp 3,3 triliun, meningkat 50,3% year on year (yoy),” ujar Vera kepada Kontan.co.id pekan lalu. 

Di tengah tantangan yang ada, BCA tetap optimistis geliat perekonomian di Indonesia akan bangkit kembali seiring dengan pemulihan yang saat ini mulai berjalan. Kendati demikian, hal itu harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan. 

Baca Juga: Laba Sebagian Bank Swasta Kuartal I 2021 Tertekan, Ada yang Bahkan Sampai Merugi

Meski mencatatkan peningkatan pencadangan yang cukup signifikan, kinerja keuangan BCA tetap solid pada tiga bulan pertama. 

Asal tahu saja, BCA dan entitas anak mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7 triliun, tumbuh 7,0% secara tahunan (yoy). 

Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp 610 triliun per 31 Maret 2021. 

Hal ini didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9% dibandingkan posisi Desember 2020.

Selanjutnya: Masih dibayangi pandemi, Dank Danamon bentuk CKPN Rp 7 triliun di kuartal I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×