: WIB    —   
indikator  I  

Pembiayaan lewat dunia maya mulai marak

Pembiayaan lewat dunia maya mulai marak

JAKARTA. Layanan pembiayaan digital berangsur-angsur tak hanya menjadi pelengkap saja. Namun layanan ini juga bisa menjadi pendongkrak kinerja. Karena itu, beberapa perusahan pembiayaan mulai serius menggarap layanan via digital.

PT Home Credit Indonesia, salah satu multifinance yang telah menggarap bisnis pembiayaan lewat digital mengakui, layanan baru itu cukup menguntungkan. Hal ini terlihat dari kinerja Home Credit di semester I tahun ini.

Total pembiayaan yang disalurkan naik tiga kali lipat menjadi Rp 2,1 triliun dari periode sama 2016 senilai Rp 702 miliar. Dari total pembiayaan tersebut, paling banyak berupa pembiayaan telepon selular dengan porsi 76%, lalu kredit elektronik 14% dan sisanya pembiayaan furnitur.

CEO Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler mengatakan, pertumbuhan bisnis salah satunya didukung inovasi baru di bidang digital.

Hingga akhir tahun ini, Home Credit akan terus melakukan ekspansi digital sehingga layanannya bisa dinikmati masyarakat di 48 kota besar di Indonesia. Di enam bulan tahun ini, Home Credit telah mencatatkan lebih dari 1,1 juta pelanggan.

Kontribusi mini

Tak mau ketinggalan PT Astra Sedaya Finance (ASF) juga mencoba memberikan layanan digital. Multifinance ini telah menganggarkan belanja modal Rp 10 miliar untuk mengembangkan aplikasi ACC Yes.

Meski kontribusinya masih kecil, Presiden Direktur ASF Jodjana Jody yakin, tren layanan digital akan naik. Saat diluncurkan tahun lalu, jumlah downloader-nya sudah 70.000. "Saat ini kami masih belajar dan lihat tren pasar. Kami yakin beberapa tahun ke depan trennya akan meningkat karena perkembangan teknologi tidak terelakkan lagi," ujar Jody.

Dari total pembiayaan, kontribusi pengajuan pembiayaan digital untuk kredit mobil baru masih 2%-3%. Jody menuturkan, hingga Juli 2017, total pembiayaan ASF mencapai Rp 16,6 triliun. Ini artinya kontribusi pembiayaan via digital baru mencapai Rp 332 miliar-Rp 498 miliar.

Sementara jika ditengok dari jumlah unit kendaraan yang dibiayai per bulan sebanyak 14.000 unit mobil, kontribusi pengajuan dari layanan digital baru 300 unit hingga 400 unit. Perusahaan ini berharap prospek pembiayaan lewat digital bisa berkontribusi signifikan di tahun 2020.

Tren pembiayaan via digital milik FIF Spektra juga terus tumbuh. Saat ini kontribusinya baru sebesar 1%-2% dari total pembiayaan FIF Spektra yang senilai Rp 1,9 triliun. Potensi pembiayaan via digital diperkirakan bakal tumbuh hingga 5% di 2018.

Meski kecil, kontribusinya dirasa akan terus meningkat. "Kami terus mengembangkan dan bekerjasama dengan toko online lainnya," ujar Presiden Direktur FIF Spektra Ardian Prasetya.

Saat ini FIF Spektra bekerjasama dengan hartonoelektronika.com dan arjunaelektronika.com. Ke depan, FIF Spektra akan terus mengembangkan aplikasinya. Ardian mengatakan, pada aplikasi tidak hanya menyediakan barang secara langsung tapi juga tetap bekerjasama dengan online store.


Reporter Umi Kulsum
Editor Dessy Rosalina

INDUSTRI PEMBIAYAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]