kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

2018, Bank Banten targetkan punya unit syariah


Senin, 31 Oktober 2016 / 21:43 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk menargetkan dua tahun lagi sudah mempunyai bisnis syariah sendiri. Bank ingin menangkap pasar syariah yang ada di wilayah Banten.

Direktur Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Bank Banten mengatakan akan mempersiapkan kebutuhan untuk pembentukan unit usaha syariah mulai tahun depan.

“Kalau dilihat di Serang dan beberapa kota besar di Banten lain, sudah banyak unit usaha syariah dan bisnis syariah dari bank lain yang berdiri. Ini menunjukkan potensi bisnis syariah disana,” ujar Fahmi kepada KONTAN, Senin (31/10).

Selain bisnis syariah, ada bisnis baru lain yang sedang diincar oleh Bank Banten. Namun, Fahmi masih belum merinci terkait bisnis baru apa yang dimaksud. Yang jelas, saat ini bank masih akan fokus untuk membereskan akusisi oleh Banten Global Development.

Bisnis syariah ini mendatang, menurut Fahmi penting karena untuk menambah pilihan dari nasabah dalam menempatkan uangnya. Sebagai gambaran, menurut Fahmi, dana kelolaan dari pegawai negeri di provinsi Banten saja tercatat mencapai Rp 8 triliun dari 4.349 pegawai pemprov.

Ini belum jika ditambah PNS diseluruh kabupaten kota diseluruh Banten yang jika ditotal mempunyai dana kelolaan sebesar Rp 26 triliun yang salah satunya berasal dari guru yang mencapai 9.000 orang. Apalagi menurut perkiraan dalam beberapa tahun mendatang akan ada kenaikan alokasi APBD daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×