kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

4 Bank BUMN mengaku kuat menahan gejolak ekonomi


Selasa, 10 September 2013 / 18:37 WIB
4 Bank BUMN mengaku kuat menahan gejolak ekonomi
ILUSTRASI. Aplikasi BRImo


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengakui keadaan empat bank badan usaha milik negara dalam keadaan yang baik dan dianggap cukup menghadapi tekanan perekonomian saat ini.

Keempat bank yang dimaksud adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Tabungan Milik Negara Tbk (BBTN).

"Secara fundamental empat bank pemerintah ini cukup solid. Kuat dalam menahan tekanan (ekonomi)," ujar Gatot Suwondo, Ketua Himbara usai acara CEO Day Danareksa di Hotel Four Seasons, Selasa (10/9).

Gatot bilang, yang dimaksud solid adalah, keadaan umum empat bank tersebut mempunyai tingkat rata-rata loan deposit ratio (LDR) sebesar 86%. Kemudian rasio kredit macet (non-performing loans/NPL) di perbankan tersebut kurang dari 3%.

Gatot menjelaskan tantangan ke depannya adalah, bagaimana menjaga pertumbuhan keempat bank tersebut secara berkesinambungan. Dia menginginkan, perbankan tersebut bisa terus mengucurkan kreditnya ke hal yang lebih ke produktif.

"Kalaupun (kredit) konsumtif, lebih ke yang dasar dulu seperti pembelian rumah pertama (KPR)," ujar Gatot yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BNI.

Sebelumnya, Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI) juga menjelaskan hal serupa. "Sekarang dalam kondisi sehat. Perbankan kita dihormati dunia karena tingkat kesehatan, kecukupan modal, tingkat non performance low rendah dan likuiditasnya terjaga," jelas Agus, pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×