kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

AAJI: Masih Ada 200 Aduan, Proses Penyelesaian Unitlink Terus Berjalan


Rabu, 13 April 2022 / 22:20 WIB
AAJI: Masih Ada 200 Aduan, Proses Penyelesaian Unitlink Terus Berjalan


Reporter: Cornelia Agata | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengakui bahwa tantangan di bisnis unitlink kian besar. Termasuk kondisi sejak tahun 2020 yang dinilai menjadi periode sulit karena berbagai macam isu dari aduan konsumen terhadap unitlink.

"Namun pertumbuhan di tahun 2021 menunjukkan bahwa unitlink masih menjadi produk asuransi jiwa yang diminati oleh masyarakat,” ungkap Budi Tampubolon, Ketua Dewan AAJI, Rabu (13/4).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak menghindar dari proses aduan terhadap produk unitlink. Sampai saat ini AAJI disebutnya masih berupaya menyelesaikan seluruh permasalahan yang ditujukan pada unitlink.

“Ada sekitar 200 kasus yang belum terselesaikan, dikarenakan permasalahan tuntutan dan gugatan yang masih belum menemukan titik terang bagi kedua pihak. Jadi kasusnya masih terus berjalan” imbuhnya.

Baca Juga: AAJI: Unitlink Masih Mendominasi Pendapatan Premi Asuransi Jiwa

Ricardo Simanjuntak, seorang konsultan hukum, juga memberikan pendapatnya mengenai problematika yang dialami unitlink. Menurutnya ada beberapa solusi yang bisa diambil apabila konsumen masih ada yang belum menerima dengan hasil penyelesaian dari kasus unitlink yang dialaminya.

“Proses penyelesaian kasus sengketa ada banyak, mulai dari mediasi, LAPS SJK hingga proses pengadilan sebagai jalur hukum terakhir,” ungkap Ricardo.

Ricardo juga berpendapat bahwa seruan pembubaran unitlink karena banyaknya pengaduan kasus bukanlah solusi. 

Meski menghadapi aduan, unitlink sendiri disebut masih mencatatkan kenaikan pendapatan premi. "Tahun 2021 pendapatan premi tahun bisa melampaui Rp 200 triliun, itulah yang membuktikan eksistensi unitlink meski diterpa berbagai isu," tandas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×