kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

AAJI: Masih Ada 200 Aduan, Proses Penyelesaian Unitlink Terus Berjalan


Rabu, 13 April 2022 / 22:20 WIB


Reporter: Cornelia Agata | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengakui bahwa tantangan di bisnis unitlink kian besar. Termasuk kondisi sejak tahun 2020 yang dinilai menjadi periode sulit karena berbagai macam isu dari aduan konsumen terhadap unitlink.

"Namun pertumbuhan di tahun 2021 menunjukkan bahwa unitlink masih menjadi produk asuransi jiwa yang diminati oleh masyarakat,” ungkap Budi Tampubolon, Ketua Dewan AAJI, Rabu (13/4).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak menghindar dari proses aduan terhadap produk unitlink. Sampai saat ini AAJI disebutnya masih berupaya menyelesaikan seluruh permasalahan yang ditujukan pada unitlink.

“Ada sekitar 200 kasus yang belum terselesaikan, dikarenakan permasalahan tuntutan dan gugatan yang masih belum menemukan titik terang bagi kedua pihak. Jadi kasusnya masih terus berjalan” imbuhnya.

Baca Juga: AAJI: Unitlink Masih Mendominasi Pendapatan Premi Asuransi Jiwa

Ricardo Simanjuntak, seorang konsultan hukum, juga memberikan pendapatnya mengenai problematika yang dialami unitlink. Menurutnya ada beberapa solusi yang bisa diambil apabila konsumen masih ada yang belum menerima dengan hasil penyelesaian dari kasus unitlink yang dialaminya.

“Proses penyelesaian kasus sengketa ada banyak, mulai dari mediasi, LAPS SJK hingga proses pengadilan sebagai jalur hukum terakhir,” ungkap Ricardo.

Ricardo juga berpendapat bahwa seruan pembubaran unitlink karena banyaknya pengaduan kasus bukanlah solusi. 

Meski menghadapi aduan, unitlink sendiri disebut masih mencatatkan kenaikan pendapatan premi. "Tahun 2021 pendapatan premi tahun bisa melampaui Rp 200 triliun, itulah yang membuktikan eksistensi unitlink meski diterpa berbagai isu," tandas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×