kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

CNAF Andalkan Risk Based Pricing di Tengah Penyesuaian Bunga Kredit


Senin, 09 Februari 2026 / 15:23 WIB
CNAF Andalkan Risk Based Pricing di Tengah Penyesuaian Bunga Kredit
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyatakan penurunan suku bunga acuan mulai berdampak pada biaya pendanaan perusahaan.

Namun demikian, penyesuaian suku bunga kredit dari perbankan masih berlangsung secara bertahap.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, hingga saat ini perusahaan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari pembiayaan bersama (joint financing), pinjaman perbankan, hingga penerbitan obligasi dan sukuk.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Turun Jadi Rp 180,98 Triliun Sepanjang 2025, Cek Rinciannya

Ia menjelaskan, kupon obligasi dan sukuk saat ini relatif rendah, berada di kisaran 4,9%–5,1% untuk tenor satu tahun.

Sementara itu, bunga pinjaman perbankan masih lebih tinggi dengan selisih sekitar 10–25 basis poin (bps).

“CNAF menerapkan skema risk based pricing dalam penentuan bunga pembiayaan kepada konsumen. Bahkan, bunga pembiayaan bisa mencapai 0% untuk tenor satu tahun bagi nasabah dengan profil risiko yang baik,” ujar Ristiawan kepada Kontan.co.id, Jumat (6/2/2026).

Dari sisi biaya dana, CNAF mencatat adanya penurunan margin pendanaan sepanjang 2025.

Rata-rata margin pendanaan turun dari sekitar 6% pada awal 2025 menjadi 5,8% pada akhir tahun, atau menyusut sekitar 20 bps. Sejalan dengan tren tersebut, beban bunga perusahaan diproyeksikan ikut menurun.

Baca Juga: Strategi Perbankan 2026, Fokus Kredit Ritel Demi Menjaga Profit

Meski demikian, Ristiawan menegaskan bahwa penentuan bunga pembiayaan tidak semata-mata dipengaruhi oleh biaya dana, tetapi juga mempertimbangkan risiko kredit.

Karena itu, CNAF tetap konsisten menerapkan skema risk based pricing sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya agar dapat menawarkan pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif. Hingga Januari 2026, piutang pembiayaan CNAF tercatat mencapai Rp 10,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×