kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

AAUI: Bila tidak jual PAYDI, asuransi umum bisa mati setelah penerapan IFRS 17


Jumat, 05 Februari 2021 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan logo sejumlah perusahaan asuransi umum di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Jakarta, Rabu (18/11). pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/11/2020.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

“Kita juga bisa masuk PAYDI dengan konsep asuransi just in time insurance pada asuransi travel, car, dan kesehatan. Ini asuransinya bisa diaktivasi dan deaktivasi secara bulanan atau mingguan. Minggu ini saya tidak mau kemana-mana maka tidak perlu bayar asuransinya untuk satu minggu itu,” papar Widodo.

Selain itu, dengan adanya PAYDI juga bisa mendorong penetrasi asuransi mikro. Lantaran dana investasi yang ada bisa digunakan untuk mendapatkan perlindungan asuransi mikro seperti asuransi petir.

Baca Juga: PasarPolis bantu 11% populasi Indonesia terinklusi asuransi

Namun, AAUI menyatakan bukan berarti produk asuransi kerugian yang telah ada selama ini bakal ditinggalkan. Lalu hanya fokus pada penjualan PAYDI ketika aturan ini dirilis. Direktur Eksekutif AAUI, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyatakan PAYDI ini akan menjadi produk baru di luar 14 lini bisnis asuransi kerugian yang telah lebih dahulu dijual.

Meskipun asuransi umum akan menggarap PAYDI, asuransi jiwa merasa tidak  terancam. Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia menyatakan pasar asuransi di Indonesia masih sangat besar.

“Semakin banyak penyelenggara yang memberikan produk asuransi ini akan memberikan dampak yang bagus bagi masyarakat dan perekonomian. Ini bukan soal persaingan tapi kolaborasi,” tuturnya.

Selanjutnya: Produk unitlink jenis saham diprediksi mencetak return paling tinggi pada 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×