kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.887   -101,00   -0,56%
  • IDX 6.135   13,01   0,21%
  • KOMPAS100 795   2,15   0,27%
  • LQ45 609   0,55   0,09%
  • ISSI 213   1,32   0,62%
  • IDX30 337   -0,16   -0,05%
  • IDXHIDIV20 429   2,43   0,57%
  • IDX80 91   0,23   0,25%
  • IDXV30 116   0,96   0,83%
  • IDXQ30 110   0,32   0,29%

AAUI: Fintech jalan asuransi pangkas operasional


Senin, 20 Juni 2016 / 19:15 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sekalipun hasil investasi menciut, namun perusahaan asuransi masih dapat berpeluang meraih margin. Caranya dengan menekan biaya operasional perusahaan.

Tahun ini, hasil investasi perusahaan asuransi umum diprediksi mencapai 8%. Angka ini berpeluang turun lagi sejalan dengan tren penurunan suku bunga deposito.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan, komponen pembentuk margin perusahaan asuransi selain dari hasil investasi juga berasal dari operasional.

Dari sisi operasional, perusahaan asuransi dapat memanfaatkan jalur financial technology (fintech), baik untuk penjualan, pemasaran produk dan pencairan klaim. Sebab cara ini dapat memangkas beban operasional perusahaan asuransi.

Menurut Julian, dalam waktu dua tahun lagi, perusahaan asuransi akan memulai platform seba digital. Sebab, hampir semua kebutuhan saat ini sudah terlayani lewat digital.

Ia memprediksi, ke depan, perusahaan asuransi tertarik membuat start up sendiri. "Waktunya bisa saja lebih cepat, sebab perusahaan asuransi juga telah memulai penjualan secara online," ujar Julian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×