kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.589   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AAUI: Fintech jalan asuransi pangkas operasional


Senin, 20 Juni 2016 / 19:15 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sekalipun hasil investasi menciut, namun perusahaan asuransi masih dapat berpeluang meraih margin. Caranya dengan menekan biaya operasional perusahaan.

Tahun ini, hasil investasi perusahaan asuransi umum diprediksi mencapai 8%. Angka ini berpeluang turun lagi sejalan dengan tren penurunan suku bunga deposito.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan, komponen pembentuk margin perusahaan asuransi selain dari hasil investasi juga berasal dari operasional.

Dari sisi operasional, perusahaan asuransi dapat memanfaatkan jalur financial technology (fintech), baik untuk penjualan, pemasaran produk dan pencairan klaim. Sebab cara ini dapat memangkas beban operasional perusahaan asuransi.

Menurut Julian, dalam waktu dua tahun lagi, perusahaan asuransi akan memulai platform seba digital. Sebab, hampir semua kebutuhan saat ini sudah terlayani lewat digital.

Ia memprediksi, ke depan, perusahaan asuransi tertarik membuat start up sendiri. "Waktunya bisa saja lebih cepat, sebab perusahaan asuransi juga telah memulai penjualan secara online," ujar Julian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×