kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AAUI: Lonjakan Premi Asuransi Kredit Diikuti dengan Kenaikan Klaim


Selasa, 05 Maret 2024 / 17:23 WIB
AAUI: Lonjakan Premi Asuransi Kredit Diikuti dengan Kenaikan Klaim
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan logo perusahaan asuransi umum di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Jakarta, Kamis (24/8/2023). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/08/2023.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat sepanjang tahun 2023 premi asuransi kredit tumbuh signifikan. Meski begitu pertumbuhan premi asuransi kredit ini juga diikuti dengan kenaikan klaim. 

Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto mencatat premi asuransi kredit mencapai Rp 22,338 triliun sepanjang tahun 2023. Ia mengatakan jika dibandingkan dengan 2022 premi asuransi kredit tersebut tumbuh 56,2% yang semula sebesar Rp 14,298 triliun. 

"Preminya ini meningkat Rp 8 triliun di tahun 2023," jelas Bern pada Kontan, Senin (4/3). 

Bern mengungkapkan kenaikan premi asuransi kredit yang cukup signifikan di tahun 2023 sejalan dengan penyaluran kredit perbankan tahun 2023 meningkat 10,38% YoY sebesar Rp 7.090 triliun dibanding tahun 2022 senilai Rp 6,424 triliun. 

Baca Juga: OJK Akan Banding Putusan PTUN Jakarta, Pemegang Polis Kresna Life Keberatan

Begitu pula dengan penyaluran kredit pembiayaan, modal ventura, mikro dan lainnya (PVML) Bern mencatat tumbuh 13,23% menjadi Rp 470,86 triliun di 2023 dibanding tahun 2022 sebesar Rp 415,86 triliun. 

"Jadi peningkatan premi asuransi kredit itu juga sejalan dengan meningkatnya angka kredit di masyarakat," ujarnya. 

Meski begitu Bern juga mengatakan kenaikan premi asuransi kredit di tahun 2023 juga bedampak pada kenaikan klaim. Ia mencatat klaim asuransi kredit tahun 2023 meningkat Rp 4,2 triliun. Benr menambahkan tahun 2023 klaim dibayar senilai Rp 16,8 triliun  dan tahun 2022 sebesar Rp 12,6 triliun.

"Namun kenaikannya itu masih di bawah keanaikan premi asuransi kredit," ucap Bern. 

Sedangkan di tahun 2024 ini Bern melihat dari kondisi makro ekonomi bahwa penyaluran kredit perbankan di Tanah Air melaju kencang di awal 2024. 

Baca Juga: Ini Alasan OJK Berencana Mengajukan Banding Putusan PTUN Soal Izin Usaha Kresna Life

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan pada Januari 2024 tumbuh 11,5% secara tahunan, mencapai Rp 7.009,9 triliun. Menurutnya hal itu kemungkinan besar berdampak pada premi asuransi kredit di awal tahun 2024 ini. 

"Pertumbuhan asuransi kredit di tahun 2024 diperkirakan akan tumbuh lebih baik dan tetap menjadi penopang pendapatan premi Asuransi umum kedua atau ketiga setelah properti dan kendaraan," ungkapnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×