Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan prospek bisnis asuransi kendaraan masih tetap menjanjikan hingga akhir 2026.
Optimisme tersebut ditopang oleh potensi pertumbuhan pasar otomotif, meningkatnya penetrasi kendaraan listrik, serta kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk melindungi aset.
Baca Juga: Bank Maybank (BNII) Resmi Genggam 51% Saham Maybank Sekuritas, Akuisisi Rp 583 Miliar
Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, dari sisi pasar otomotif, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) masih menargetkan penjualan kendaraan nasional mencapai 850.000 unit sepanjang 2026.
Di sisi lain, pangsa pasar kendaraan listrik juga terus meningkat dan telah mencapai 26,8% pada Semester I-2026.
"Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan portofolio asuransi kendaraan masih terbuka, seiring bertambahnya populasi kendaraan di Indonesia," ujar Budi kepada Kontan, Rabu (5/8/2026).
Selain pertumbuhan pasar kendaraan, Budi menilai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi aset, berkembangnya pembiayaan kendaraan, serta bertambahnya jumlah kendaraan listrik turut membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih inovatif sesuai karakteristik risiko masing-masing.
Baca Juga: OJK: Tujuh Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 12,5 Miliar
Meski demikian, Budi mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan harus tetap dijaga agar berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, perusahaan asuransi tidak hanya berfokus mengejar peningkatan volume premi, tetapi juga perlu memastikan profitabilitas tetap terjaga.
"Oleh karena itu, keseimbangan antara kecukupan tarif, disiplin underwriting, efisiensi operasional, pengelolaan klaim, dan inovasi produk akan menjadi faktor penting agar lini asuransi kendaraan dapat tumbuh secara berkelanjutan," jelasnya.
Berdasarkan data AAUI, premi asuransi kendaraan di industri asuransi umum mencapai Rp 5,40 triliun hingga Maret 2026. Sementara itu, nilai klaim tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, sehingga rasio klaim berada di level 34%.
Rasio tersebut mencerminkan bahwa kinerja lini asuransi kendaraan masih relatif terjaga di tengah prospek pertumbuhan pasar yang positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
