kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ada Momentum Lebaran, Ini Strategi Fintech Samir Antisipasi Kenaikan TWP90


Minggu, 08 Maret 2026 / 13:16 WIB
Ada Momentum Lebaran, Ini Strategi Fintech Samir Antisipasi Kenaikan TWP90
ILUSTRASI. Ilustrasi pinjol - p2p lending (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kenaikan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 seiring adanya momentum Ramadan dan Lebaran.

CEO Samir, Yonathan Gautama mengatakan pihaknya secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, termasuk melalui proses analisis kelayakan kredit yang komprehensif dengan memanfaatkan teknologi dan data untuk menilai kemampuan bayar calon peminjam.

"Selain itu, perusahaan juga melakukan pemantauan portofolio secara berkala dan memberikan pengingat pembayaran kepada pengguna," katanya kepada Kontan, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga: Fintech Samir Sebut Sejumlah Faktor yang Dapat Sebabkan Tata Kelola Memburuk

Ditambah, terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembiayaan secara lebih bijak dan sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Lebih lanjut, Yonathan mengatakan peningkatan keterlambatan pembayaran setelah periode Lebaran merupakan pola yang cukup umum terjadi di industri pembiayaan. Sebab, pada periode tersebut biasanya terjadi lonjakan pengeluaran masyarakat untuk berbagai kebutuhan, seperti mudik, konsumsi rumah tangga, maupun kebutuhan sosial. 

Baca Juga: Ini Kata AFPI Soal TWP90 Fintech Lending Meningkat Jadi 4,38% per Januari 2026

"Kondisi tersebut dapat memengaruhi arus kas sebagian masyarakat setelah periode Lebaran," tuturnya.

Selain faktor musiman, Yonathan menyebut tingkat literasi keuangan dan kemampuan pengelolaan keuangan pribadi juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas pembayaran pinjaman. Berdasarkan situs resmi perusahaan, Samir mencatatkan angka TWP90 sebesar 1,39% per 6 Maret 2026.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech lending pada awal 2026 mengalami peningkatan. Angka TWP90 per Januari 2026 tercatat sebesar 4,38%, atau meningkat dari posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32% dan posisi Januari 2025 yang sebesar 2,52%. 

Baca Juga: Fintech Lending Perlu Antisipasi Kenaikan TWP90 Seusai Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×