Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sudah naik 100 basis poin (bps) dan kini berada di level 5,75%. Hal itu bisa saja berpotensi membuat biaya dana naik secara bertahap pada Semester II-2026.
Menyikapi kondisi tersebut, perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatra Utara (Sumut) akan menerapkan sejumlah strategi.
Direktur Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan perusahaan akan menyikapi potensi kenaikan biaya dana dengan melakukan optimalisasi dan diversifikasi sumber pendanaan melalui Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan perbankan.
Baca Juga: SMBC Indonesia Rampungkan Pengalihan Aset Pinjaman ke BTN
Budiarto menjelaskan pendanaan dari PSP akan tetap dioptimalkan sebagai sumber dana utama untuk mendukung kebutuhan likuiditas dan penyaluran pinjaman.
"Adapun fasilitas perbankan akan digunakan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat bunga, tenor, limit fasilitas, dan biaya pendanaan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Budiarto menyampaikan, perusahaan juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap cost of fund dan kebutuhan likuiditas. Dengan demikian, penggunaan sumber pendanaan dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
Dengan strategi tersebut, dia berharap Budi Gadai Indonesia dapat menjaga kecukupan likuiditas, mengendalikan kenaikan biaya dana, serta meminimalkan dampaknya terhadap margin dan profitabilitas perusahaan.
Sejauh ini, Budiarto mengatakan perusahaan belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif bunga gadai kepada konsumen sebagai dampak dari kenaikan BI Rate. Dia bilang pihaknya masih melakukan monitoring terhadap perkembangan biaya pendanaan dan kondisi pasar.
Baca Juga: Pembiayaan BSI OTO Tembus Rp6,7 Triliun, Tumbuh 12,4% hingga Juni 2026
"Adapun rata-rata tarif bunga gadai yang berlaku saat ini relatif tetap, yaitu sebesar 3% untuk gadai emas, serta 5% dan 10% untuk gadai elektronik per bulannya," kata Budiarto.
Sementara itu, Budiarto mengatakan sejauh ini, sumber pendanaan perusahaan berasal dari Pemegang Saham Pengendali dan perbankan. Adapun pendanaan terbesar berasal dari PSP yang menjadi sumber utama dalam mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha perusahaan, sedangkan pendanaan dari perbankan digunakan sebagai sumber pendanaan tambahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
