kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada potensi kerugian investasi di pasar modal, begini penilaian ADPI


Kamis, 28 Januari 2021 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi pensiun. KONTAN/Muradi/2016/10/13


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Ia menyatakan saat ini investasi BP Jamsostek di pasar modal sekitar Rp 150 triliun baik untuk saham maupun reksa dana. Jika dana itu ditarik dari pasar, maka akan kehilangan peluang hasil yang lebih baik untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.

Begitupun bagi pasar modal akan merupakan suatu kerugian tersendiri dengan hilangnya salah satu investor besar sebagai penggerak pasar yang tentunya akan dapat berakibat pada melambatnya  pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Jaksa Agung sebut ada 7 orang calon tersangka dalam kasus korupsi Asabri

“Saya kira harus dilihat dari maksud dan tujuan investasinya. Jika tujuannya untuk liabilitas jangka panjang, pasar modal (Saham) merupakan investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih baik. Karena Investasi pada saham secara fundamental diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang mengharapkan longterm growth,” katanya.

Walaupun ia mengakui volatilitasnya lebih tinggi, tapi memiliki peluang imbal hasil yang lebih baik. Ia menyebut hal ini harus dipahami  secara bersama oleh pihak yang berkepentingan. Apalagi sebagian dana BP Jamsostek terkait dengan kewajiban jangka panjang.

Selanjutnya: Jaksa Agung sebut kasus BP Jamsostek terpisah dari Jiwasraya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×