Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian perekonomian yang terjadi belakangan ini turut mempengaruhi industri perusahaan pembiayaan atau multifinance. Namun, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berharap kondisi perekonomian pada 2026 bisa lebih membaik dibandingkan 2025.
Oleh karena itu, Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan berharap daya beli dan stabilitas ekonomi membaik pada tahun ini, sehingga bisa mendorong kinerja pembiayaan juga.
"Kami selalu optimis. Semoga ekonomi membaik karena yang paling penting itu ekonomi. Apabila daya beli masyarakat bagus, tentu pembayarannya akan lancar," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: POJK 32/2025 Terbit, Indodana Finance Nilai Berdampak Positif bagi Bisnis Paylater
Selain itu, Niko juga berharap cost of fund atau biaya dana yang didapatkan juga murah, karena pendanaan multifinance juga didapatkan dari pinjaman perbankan. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan yang diberikan bisa membaik lagi ke depannya.
Untuk 2026, Adira Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan mencapai dobel digit atau sebesar 10%-12% pada 2026.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani tak memungkiri tantangan pada tahun ini juga berpotensi mempengaruhi upaya untuk mencapai target tersebut, terutama pasar otomotif yang belum pulih. Oleh karena itu, Gani berharap pasar otomotif pada tahun ini bisa pulih secara bertahap dan lebih baik dari kondisi tahun lalu.
“Untuk otomotif, kami berharap bisa bertumbuh antara 4% sampai 6% untuk sisi piutang pembiayaan Adira Finance. Kalau penyaluran pembiayaan, berharap antara 10% sampai 12%. Jadi, kami ingin menjaga tetap di atas 10%, walaupun situasinya masih harus wait and see juga,” ucapnya.
Guna mendorong kinerja, Gani menerangkan pihaknya akan memanfaatkan keunggulan dan nilai lebih yang sudah dimiliki perusahaan, yakni melakukan integrasi pembiayaan hingga ke luar Pulau Jawa. Hal itu dilakukan agar penetrasi pembiayaan bisa menyasar ke segmen yang lebih besar.
Baca Juga: Transaksi Pasar Uang Antar Bank Kembali Bergairah Awal 2026
Terlebih, Adira Finance juga sudah mengakuisisi Mandala Finance, yang mana perusahaan tersebut memang memiliki basis bisnis luar Pulau Jawa begitu besar, termasuk Indonesia Timur. Selain itu, Mandala Finance juga punya kelebihan di pembiayaan motor dan dana tunai.
"Secara geografi, (Mandala Finance) luar Pulau Jawa itu 50%. Jadi, kami integrasi networking mereka yang cukup banyak. Semoga kami bisa lebih melakukan penetrasi yang lebih besar lagi di segmen sepeda motor dan dana tunai," tuturnya.
Mengenai kinerja 2025, Gani menyampaikan kinerja pembiayaan perusahaan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama didorong kontribusi pembiayaan nonotomotif dan dampak penggabungan usaha dengan Mandala Finance. Dia menyebut pertumbuhan pembiayaan Adira Finance pada 2025 mencapai 18% secara Year on Year (YoY), yang mana penghitungannya sudah berdasarkan penggabungan dengan Mandala Finance.
"Pertumbuhan itu ditopang kinerja non-otomotif Adira Finance,” ujar Gani.
Sepanjang 2025, Gani menerangkan Adira Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 43 triliun, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp 61 triliun. Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) Adira Finance sebesar 2% pada 2025, atau berada di bawah rata-rata industri yang sebesar 2,44% per November 2025.
Selanjutnya: Surat Utang AS: Jepang Memimpin, Eropa Borong, BRICS Justru Jual
Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (4/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













