kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Adira Finance Waspadai Dampak Penghentian Insentif Motor Listrik terhadap Pembiayaan


Kamis, 12 Februari 2026 / 18:52 WIB
Adira Finance Waspadai Dampak Penghentian Insentif Motor Listrik terhadap Pembiayaan
ILUSTRASI. Adira Finance Nilai Kantor Cabang Punya Peran Penting dalam Menyalurkan Pembiayaan (KONTAN/Ferry Saputra) Adira Finance mencermati potensi dampak penghentian insentif kendaraan motor listrik terhadap pertumbuhan pembiayaan di segmen tersebut.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencermati potensi dampak penghentian insentif kendaraan motor listrik terhadap pertumbuhan pembiayaan di segmen tersebut.

Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan bahwa besaran insentif sebelumnya memiliki porsi yang cukup besar terhadap harga motor listrik sehingga turut memengaruhi keputusan pembelian masyarakat.

“Kalau di motor listrik itu nilainya cukup besar dibandingkan dengan porsi harga sepeda motornya. Kalau di mobil itu sekitar 10%, sementara di motor listrik bisa 30% sampai 40% dari harga motor listrik. Jadi cukup berpengaruh,” ujar Niko dalam media gathering di Jiexpo, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Transformasi Digital dan Bisnis Emas, Nasabah BSI Naik 2 Juta Dalam Setahun

Ia menambahkan, penghentian insentif berpotensi menahan pembiayaan kendaraan motor listrik, meskipun arah kebijakan tetap bergantung pada keputusan pemerintah ke depan.

“Ya kembali lagi tergantung pada pemerintah. Kami mencoba membantu, tapi kondisi ini berpotensi menahan pembiayaan kendaraan motor listrik,” katanya.

Adira Finance menyatakan akan mengikuti kebijakan yang berlaku dan menyesuaikan langkah bisnis dengan kondisi pasar. Perusahaan juga tetap mendukung penjualan melalui kolaborasi dengan dealer serta partisipasi dalam kegiatan promosi dan pameran guna menjaga minat konsumen terhadap kendaraan listrik.

Untuk mendukung kinerja pembiayaan kendaraan listrik pada 2026, Adira Finance akan menjalankan sejumlah strategi, antara lain melalui penawaran program promosi yang menarik, perluasan kerja sama dengan berbagai merek kendaraan listrik, termasuk pemain baru, serta penyediaan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Sebagai informasi, secara total Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sebesar Rp 750 miliar pada 2025. Namun, mayoritas pembiayaan kendaraan listrik perusahaan disumbang dari segmen mobil listrik.

Baca Juga: Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180%

Selanjutnya: Konsolidasi BUMN Asuransi Bisa Ubah Peta Industri Secara Signifikan

Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×