Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat bank besar nasional mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026, baik dari sisi laba, kredit, maupun penghimpunan dana. Meski sama-sama tumbuh, arah strategi bisnis masing-masing bank kini terlihat semakin berbeda.
Dari sisi profitabilitas, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih terbesar yakni Rp 15,5 triliun, tumbuh 13,7% secara tahunan (yoy).
Tepat di bawahnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat laba Rp 15,4 triliun atau naik 16,6% yoy.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih laba Rp14,7 triliun, naik 3,8% yoy, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp5,6 triliun, tumbuh 5,2% yoy.
Baca Juga: BI Gaspol Intermediasi Lewat Pinisi, Tapi Demand Kredit Masih Seret
Di lini intermediasi, BNI tampil paling agresif. Penyaluran kreditnya melonjak 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun.
Pertumbuhan ini melampaui Bank Mandiri yang mencatat kredit Rp 1.530 triliun, naik 17,4% yoy, BRI Rp 1.562 triliun, tumbuh 13,68% yoy, serta BCA Rp 994 triliun, naik 5,6% yoy.
Pada sisi pendanaan, Bank Mandiri memimpin dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.675 triliun, tumbuh 21,1% yoy.
Disusul BRI Rp 1.555 triliun, naik 9,4% yoy, BCA Rp 1.292 triliun, tumbuh 8,3% yoy, dan BNI Rp 1.100 triliun yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 34,21% yoy.
Dominasi Bank Mandiri juga terlihat dari total aset yang mencapai Rp 2.433 triliun atau tumbuh 16,5% yoy. BRI menyusul dengan aset Rp 2.250 triliun, naik 7,2% yoy, BCA Rp1.641 triliun, tumbuh 7,0% yoy, dan BNI Rp1.426 triliun yang melonjak 24,4% yoy.
Baca Juga: Jaga Pendampingan Ultra Mikro, Laba BTPN Syariah Tumbuh 3%
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai perbedaan model bisnis antar bank semakin menonjol pada awal tahun ini.
"Bank Mandiri terlihat paling seimbang, pertumbuhan kredit dan laba tinggi, tapi risiko tetap terjaga," ujarnya.
Ia menjelaskan, keseimbangan tersebut ditopang oleh permodalan yang kuat serta risiko yang relatif rendah.
Di sisi lain, BNI dinilai paling ekspansif dalam menyalurkan kredit, meski kualitasnya perlu dicermati dalam beberapa kuartal ke depan, terutama seiring menurunnya rasio pencadangan.
Sementara itu, BCA tetap konsisten dengan strategi konservatif, dengan fokus menjaga kualitas aset dan margin, sehingga pertumbuhan kreditnya cenderung moderat.
Baca Juga: CIMB Niaga Sudah Lakukan Stress Test, Optimistis Hadapi Gejolak Ekonomi
Adapun BRI kian mempertegas posisinya di segmen ritel dan UMKM. Sekitar 77% portofolio kreditnya tersalurkan ke sektor tersebut.
Strategi ini dinilai memberi ketahanan lebih baik terhadap gejolak global, meski tetap sensitif terhadap penurunan daya beli masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













