kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending akan Meningkat Menjelang Ramadan


Selasa, 27 Januari 2026 / 19:19 WIB
AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending akan Meningkat Menjelang Ramadan
ILUSTRASI. Permintaan pinjaman online diproyeksikan naik signifikan menjelang Ramadan, terutama untuk UMKM. KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) akan meningkat menjelang Ramadan. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar mengatakan peningkatan itu biasanya karena adanya peningkatan permintaan dari pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan usaha.

"Seperti industri Keuangan lain, tentunya tren pembiayaan pindar juga akan mengalami kenaikan menjelang Ramadan, terutama di sektor UMKM dan ultra mikro," katanya kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).

Seiring dengan adanya potensi kenaikan pembiayaan menjelang Ramadan, Entjik menerangkan penyelenggara fintech lending juga perlu menerapkan sejumlah upaya agar tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tak ikut meningkat. 

Baca Juga: LPS Imbau Bank Turunkan Suku Bunga Simpanan

Dia mengimbau seluruh penyelenggara ketika memberikan pembiayaan tetap mengedepankan prinsip prudent dan comply dalam melakukan analisis kelayakan kredit. 

Senada dengan AFPI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan periode Ramadan dapat menjadi salah satu momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech lending. Hal itu tercermin dari data secara historis yang dihimpun pada tahun-tahun sebelumnya.

Agusman menerangkan pada periode Ramadan pada 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara itu, pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara mtm. 

"Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.

Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda sempat berpendapat momentum Ramadan dan Lebaran memang bisa meningkatkan permintaan pembiayaan fintech lending. Dia bilang pembiayaan tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, serta keperluan mudik dan berwisata.

Baca Juga: WOM Finance Nilai Prospek Pembiayaan Emas Terus Membaik Tahun Ini

Namun, Nailul beranggapan ketika permintaan meningkat secara signifikan, maka kredit macet juga berpotensi meningkat. Siklus seperti itu disebutkannya memang terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, seharusnya penyelenggara fintech lending sudah mempunyai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan kredit macet. 

Mengenai kinerja industri terbaru, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,45% secara Year on Year (YoY).

Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per November 2025 tercatat sebesar 4,33%. Angkanya meningkat drastis, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,76%. 

Selanjutnya: Mengintip Praktik Riset Saham Pesanan, Cara Emiten Mempercantik Diri dengan Bayaran

Menarik Dibaca: Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×