kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.020   3,00   0,02%
  • IDX 7.054   -37,89   -0,53%
  • KOMPAS100 971   -5,66   -0,58%
  • LQ45 715   -2,35   -0,33%
  • ISSI 251   -1,80   -0,71%
  • IDX30 389   0,04   0,01%
  • IDXHIDIV20 488   -1,36   -0,28%
  • IDX80 110   -0,56   -0,51%
  • IDXV30 135   -1,10   -0,80%
  • IDXQ30 127   0,07   0,06%

AFPI Sebut Skema Asuransi Fintech P2P Lending Saat Ini Masih Sangat Mahal


Jumat, 05 September 2025 / 06:20 WIB
AFPI Sebut Skema Asuransi Fintech P2P Lending Saat Ini Masih Sangat Mahal
ILUSTRASI. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar saat journalist workshop di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/1/2025).


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut produk asuransi khusus untuk fintech peer to peer (P2P) lending masih dalam tahap pembahasan.

Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar menjelaskan bahwa pembahasan belum selesai karena pihaknya mencari skema asuransi yang cocok. Salah satu pertimbangan utama adalah penentuan harga agar produk dapat dijalankan secara efektif.

“Betul, masih berproses karena kami sedang mencari skema asuransi yang cocok untuk pindar. Hal ini terutama berkaitan dengan pricing-nya sehingga produk ini bisa jalan,” terang Entjik kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: AFPI Dorong Fintech Lending yang Belum Penuhi Ekuitas Minimum Lakukan Merger-Akuisisi

Entjik mengungkapkan, selama ini pelaku fintech lending masih mengandalkan skema asuransi yang ada di pasar. Namun, skema tersebut belum sepenuhnya ideal untuk merangkul kebutuhan industri.

Ia menyebutkan bahwa kendala utama ada pada harga yang ditawarkan. “Belum, masih sangat mahal. Tapi kami belum dapat skema yang baru,” jelasnya.

Meski demikian, AFPI berharap nantinya skema asuransi baru dapat hadir dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan begitu, produk asuransi bisa benar-benar membantu melindungi industri maupun pengguna fintech lending.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×