kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Agustus 2014, penyaluran KUR tumbuh 31,75%


Minggu, 12 Oktober 2014 / 18:22 WIB
ILUSTRASI. Penyakit asam lambung disebabkan karena kandungan akibat asam lambung naik hingga ke tenggorokan.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sampai bulan Agustus 2014 ini, bank nasional yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 7 bank. Nilai KUR yang disalurkan sebanyak Rp 149,36 triliun atau tumbuh 31,75% secara year on year (yoy).

Menurut data Komite KUR, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang dimuat di laman situs Komite KUR per Agustus 2014, 7 bank nasional penyalur KUR terdiri dari BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Nilai KUR yang disalurkan mencapai Rp 149,36 triliun, meningkat dibanding Agustus 2013 yang mencapai Rp 113,36 triliun.

Sampai terakhir, BRI adalah bank penyalur KUR terbesar dengan total plafond mencapai Rp 107,25 triliun. Selain sektor ritel, BRI juga menyalurkan KUR di sektor mikro yang masing-masing plafondnya sebesar Rp 19,75 triliun dan Rp 87,50 triliun. Menduduki peringkat kedua yaitu Bank Mandiri dengan total plafond sebesar Rp 16,46 triliun.

Di urutan ketiga adalah BNI dengan total plafond sebesar Rp 15,1 triliun.

Selanjutnya berturut-turut yaitu BTN dengan plafond Rp 4,55 triliun, BSM dengan plafond Rp 3,85 triliun, Bank Bukopin dengan plafond Rp 1,8 triliun dan BNI Syariah dengan plafond Rp 306.019 miliar.

Secara keseluruhan, nilai Non Performing Loan (NPL) penyaluran KUR oleh bank pelaksana ini masih dibawah 5% yaitu sebesar 3,9%. Diharapkan pada periode-periode berikutnya nilai NPL pada bank yang masih di atas 5% bisa turun sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×