kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Akulaku Finance Sebut Permintaan Pembayaran yang Fleksibel Dorong Pertumbuhan BNPL


Selasa, 17 Februari 2026 / 18:40 WIB
Akulaku Finance Sebut Permintaan Pembayaran yang Fleksibel Dorong Pertumbuhan BNPL
ILUSTRASI. Logo PT Akulaku Finance Indonesia (dok/Akulaku ) Akulaku Finance Indonesia menilai pertumbuhan pembiayaan buy now pay later (BNPL) masih sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat ?


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Akulaku Finance Indonesia menilai pertumbuhan pembiayaan buy now pay later (BNPL) masih sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap opsi pembayaran yang fleksibel, seiring berkembangnya layanan keuangan digital di Indonesia.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengatakan pertumbuhan BNPL didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembayaran yang lebih beragam, baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif.

Baca Juga: Penghentian Insentif Motor Listrik Berpotensi Tahan Pertumbuhan Pembiayaan

“Pertumbuhan BNPL sejalan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap opsi pembayaran yang lebih beragam, baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif, serta didukung oleh meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital,” ujar Perry kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan tetap mencermati kondisi daya beli masyarakat dan perkembangan regulasi yang berlaku. Pengelolaan risiko menjadi perhatian utama agar pertumbuhan pembiayaan tetap berada dalam koridor yang sehat.

“Perusahaan tetap mencermati kondisi daya beli dan perkembangan regulasi dengan menjaga pengelolaan risiko serta menjalankan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai Rp 11,24 triliun per November 2025 atau tumbuh 68,61% secara tahunan (year on year/YoY). 

Sementara itu, tingkat non performing financing (NPF) gross BNPL tercatat sebesar 2,78% per November 2025, membaik dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar 2,79%.

Baca Juga: Dari KUR hingga MBG, Bank BUMN Tancap Gas Dukung Program Pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×