kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Penghentian Insentif Motor Listrik Berpotensi Tahan Pertumbuhan Pembiayaan


Selasa, 17 Februari 2026 / 17:16 WIB
Penghentian Insentif Motor Listrik Berpotensi Tahan Pertumbuhan Pembiayaan
ILUSTRASI. Subsidi Motor Listrik akan Berupa Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) Penghentian insentif kendaraan motor listrik sejak Desember 2025 mulai dicermati pelaku industri pembiayaan.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penghentian insentif kendaraan motor listrik sejak Desember 2025 mulai dicermati pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat seiring penyesuaian harga kendaraan listrik di pasaran, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan pembiayaan di segmen tersebut.

Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Niko Kurniawan mengatakan, besaran insentif sebelumnya memiliki porsi yang cukup besar terhadap harga motor listrik. Kondisi tersebut membuat insentif berperan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.

“Kalau di motor listrik itu nilainya cukup besar dibandingkan dengan porsi harga sepeda motornya. Kalau di mobil itu sekitar 10%, sementara di motor listrik bisa 30% sampai 40% dari harga motor listrik. Jadi cukup berpengaruh,” ujar Niko dalam media gathering di Jiexpo, belum lama ini.

Baca Juga: Dari KUR hingga MBG, Bank BUMN Tancap Gas Dukung Program Pemerintah

Menurutnya, penghentian insentif berpotensi menahan pertumbuhan pembiayaan kendaraan motor listrik dalam jangka pendek. Namun, perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada arah kebijakan pemerintah ke depan.

“Ya kembali lagi tergantung pada pemerintah. Kami mencoba membantu, tapi kondisi ini berpotensi menahan pembiayaan kendaraan motor listrik,” katanya.

Adira Finance menyatakan akan menyesuaikan langkah bisnis dengan kondisi pasar serta tetap mendukung penjualan melalui kolaborasi dengan dealer, kegiatan promosi, dan partisipasi dalam pameran guna menjaga minat konsumen terhadap kendaraan listrik. 

Pada 2025, Adira Finance menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebesar Rp 750 miliar, dengan mayoritas berasal dari segmen mobil listrik.

Pandangan serupa disampaikan PT BRI Finance Multifinance Indonesia. Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan menilai penghentian insentif motor listrik berpotensi menekan minat masyarakat karena berdampak pada kenaikan harga kendaraan di pasaran.

Meski demikian, ia menyebut pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer perseroan sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan relatif terbatas.

“Pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer di BRI Finance, sehingga kebijakan ini tidak berdampak langsung pada kesehatan portofolio pembiayaan motor listrik,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).

Per Januari 2026, pembiayaan motor listrik di BRI Finance berkontribusi lebih dari 10% terhadap total pembiayaan motor secara keseluruhan, meski perusahaan tidak merinci nilai nominalnya. BRI Finance menilai segmen motor listrik masih memiliki peluang pertumbuhan, meskipun pasar perlu menyesuaikan diri setelah insentif dihentikan.

Untuk menjaga minat konsumen, BRI Finance menawarkan skema pembiayaan dengan suku bunga mulai dari 0,7% per bulan dengan tenor hingga empat tahun serta menjalin kerja sama dengan dealer dan produsen melalui partisipasi dalam berbagai pameran.

Baca Juga: Agrinas Borong 105.000 Kendaraan Produksi India untuk Perkuat Logistik Desa

Selanjutnya: Rupiah Fluktuatif di Tengah Pelemahan Dolar, Ini Proyeksi Terbarunya Rabu (18/2)

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kota Kediri Ramadan 2026 Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×