Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk tak hanya agresif melakukan ekspansi untuk mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Strategi ini dijalankan seiring ambisi perseroan memperkuat posisinya sebagai bank digital syariah yang berkelanjutan.
Terbaru, Bank Aladin Syariah menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa S1 tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Bandung yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, Aceh, Padang, dan Kabupaten Bandung Barat.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto di kampus UMB.
Baca Juga: Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1
Program ini menjadi bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perseroan dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi, geografis, maupun dampak bencana.
Koko menyatakan, dukungan terhadap pendidikan merupakan fondasi membangun masa depan umat dan bangsa. “Sebagai bank syariah digital pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan perluasan manfaat sosial, termasuk mendorong akses pendidikan yang inklusif,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Herry Suhardiyanto mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara industri dan perguruan tinggi penting untuk mendukung mahasiswa dari daerah 3T, wilayah terdampak bencana, serta keluarga kurang mampu agar dapat menuntaskan pendidikan dan berkontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Resmi Ditunjuk Sebagai Bank Penerima Setoran Haji
Melalui inisiatif ini, Bank Aladin Syariah menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan digital, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi kinerja, Bank Aladin Syariah mencatat pertumbuhan yang solid. Hingga November 2025, total aset perseroan mencapai Rp 14 triliun. Sementara per Desember 2025, jumlah nasabah aktif tumbuh lebih dari 35,5% secara tahunan (year-on-year).
Selanjutnya: Soal Rencana Utang Whoosh Dibayar Menggunakan Dana APBN, Ini Respons WIKA
Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)