kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.155   11,00   0,06%
  • IDX 7.723   46,97   0,61%
  • KOMPAS100 1.068   5,30   0,50%
  • LQ45 768   3,73   0,49%
  • ISSI 280   2,28   0,82%
  • IDX30 408   2,20   0,54%
  • IDXHIDIV20 494   2,38   0,48%
  • IDX80 119   0,46   0,39%
  • IDXV30 138   1,12   0,82%
  • IDXQ30 131   0,67   0,51%

Allianz Life: Asuransi Kesehatan Tetap Prospektif Meski Dihantam Inflasi Medis


Rabu, 15 April 2026 / 08:08 WIB
Allianz Life: Asuransi Kesehatan Tetap Prospektif Meski Dihantam Inflasi Medis
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Allianz (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia menilai lini asuransi kesehatan masih memiliki prospek cerah ke depan, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kenaikan biaya layanan medis.

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengatakan, meningkatnya biaya kesehatan justru membuat asuransi kesehatan semakin relevan sebagai solusi perlindungan finansial jangka panjang.

“Dengan biaya kesehatan yang terus meningkat, asuransi kesehatan menjadi makin penting bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan, Bidik Penetrasi Pasar Sumut

Tantangan: Inflasi Medis hingga Overtreatment

Cheang menjelaskan, salah satu tantangan utama adalah inflasi medis yang terus meningkat.

Selain itu, fenomena overtreatment dan overutilization layanan kesehatan juga berpotensi mendorong lonjakan biaya klaim.

Di sisi kinerja, Allianz Life mencatat klaim asuransi kesehatan sebesar Rp 522 miliar per Februari 2026, atau meningkat 7,5% secara tahunan (YoY).

Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan perlindungan yang terus tumbuh di masyarakat.

Baca Juga: Keputusan Denda KPPU Terhadap 97 Pindar Masih Menuai Gelombang Kritik

AAJI: Pertumbuhan Masih Kuat

Senada, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia optimistis kinerja asuransi kesehatan akan tetap positif pada 2026.

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengungkapkan, premi asuransi kesehatan tradisional tumbuh rata-rata 20,6% per tahun dalam tiga tahun terakhir.

Per November 2025, kontribusi asuransi kesehatan telah mencapai 18,82% dari total premi asuransi jiwa.

“Ini menunjukkan asuransi kesehatan semakin menjadi instrumen utama masyarakat dalam mengelola risiko kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: OJK: Dana Pensiun Jadi Penopang Utama Aset Industri PPDP

Didorong Faktor Struktural

Emira menambahkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan di tengah kenaikan biaya medis.

Selain itu, perubahan struktur keluarga dari extended family ke nuclear family membuat individu semakin mandiri dalam mengelola risiko, sehingga kebutuhan terhadap asuransi meningkat.

Faktor lain yang turut memperkuat permintaan adalah meningkatnya prevalensi penyakit kritis seperti jantung, kanker, dan stroke, yang mendorong masyarakat mencari perlindungan tambahan di luar program jaminan kesehatan nasional.

Dengan kombinasi faktor demografis, sosial, dan ekonomi tersebut, industri asuransi kesehatan dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×