Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) andalkan strategi diversifikasi portofolio dan pengelolaan investasi secara dinamis untuk menghadapi tekanan pasar modal yang masih berlangsung.
Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan kinerja investasi perusahaan pada paruh pertama 2026 masih dipengaruhi oleh koreksi pasar pada sejumlah kelas aset, terutama obligasi dan saham yang mendominasi asset underlying perusahaan.
“Hal ini dipicu oleh berbagai perkembangan ekonomi baik di tingkat global maupun domestik," ujarnya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).
Untuk menghadapi dinamika pasar ini, strategi investasi perusahaan dilakukan secara cermat dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko yang prudent.
Baca Juga: AASI Optimistis Prospek Bisnis Asuransi Syariah Masih Cerah ke Depannya
Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi pengelolaan aset yang terdiversifikasi dan dikelola secara dinamis sesuai dengan mandat masing-masing subdana. Di samping itu, penyesuaian portofolio dilakukan secara selektif seiring dengan perubahan kondisi pasar dan prospek ekonomi.
Sejumlah pendekatan itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan tingkat risiko, sekaligus mempertahankan ketahanan portofolio dalam jangka panjang.
Sementara itu terkait strategi penempatan instrumen, posisi durasi portofolio fixed income saat ini diposisikan lebih pendek dibandingkan tolok ukur untuk menjaga fleksibilitas sekaligus mengelola risiko di tengah ketidakpastian pasar dan pergerakan suku bunga. Pada instrumen saham, perusahaan cenderung berada pada posisi netral terhadap sektor finansial, sedangkan eksposur pada sektor komoditas dan industri dasar sedikit berada di atas tolok ukur.
Ke depannya, instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih menjadi penopang investasi karena dinilai menawarkan potensi imbal hasil yang lebih stabil. Di sisi lain, peluang investasi pada aset berorientasi pertumbuhan juga tetap terbuka, meski perlu dipilih secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kualitas fundamental dan prospek jangka panjang masing-masing instrumen.
“Oleh karena itu, diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi utama untuk mengelola risiko sekaligus mengoptimalkan potensi imbal hasil investasi,” ujarnya.
Baca Juga: Premi Asuransi Marine Cargo di Asuransi Umum Tumbuh 4,4% pada Semester I-2026
Adapun prospek untuk ke depannya, peluang perbaikan investasi asuransi syariah diprediksi masih terbuka seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi, arah kebijakan, dan sentimen investor meski volatilitas pasar kemungkinan masih akan terjadi dalam jangka pendek.
Oleh karena itu, Allianz Syariah berkomitmen untuk terus fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui pengelolaan portofolio yang prudent, penguatan distribusi, inovasi produk, dan peningkatan layanan agar bisa memberikan nilai tambah bagi nasabah dalam jangka panjang.
Sebagai informasi, Allianz Syariah berhasil membukukan kontribusi sekitar Rp 1,1 triliun hingga Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














