Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi industri asuransi umum dari lini asuransi marine cargo tumbuh pada pertengahan tahun ini.
Tercatat, premi lini asuransi marine cargo mencapai Rp 2,89 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 4,4%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,77 triliun.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan pertumbuhan lini asuransi marine cargo lebih banyak ditopang jalur perdagangan domestik. Alhasil, gejolak geopolitik yang terjadi di Timur Tengah tak terlalu berdampak signifikan terhadap lini tersebut.
Baca Juga: Premi Asuransi Properti Terkontraksi 13,6% pada Semester I-2026, Ini Penyebabnya
Budi juga menyebut bahwa perlindungan yang diberikan untuk segmen ekspor dan impor luar negeri juga terbilang tak terlalu signifikan.
"Kalau marine cargo memang lebih banyak ditopang di dalam negeri. Saya harus mengakui banyak trading di antarpulau cukup meningkat sedikit. Untuk ekspor dan impor, saya pikir juga tidak memberikan kontribusi yang besar. Hal itu yang memang mendongkak kinerja dari lini usaha marine cargo," ujarnya saat konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, AAUI mencatat, nilai klaim asuransi marine cargo mencapai Rp 845 miliar pada semester I-2026. Nilainya meningkat 25,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Likuiditas Perbankan Tak Merata, Begini Penjelasan BI
Sebagai informasi, total premi industri asuransi umum mencapai Rp 58,19 triliun pada semester I-2026. Nilainya terkontraksi 0,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Adapun total klaim industri asuransi umum sebesar Rp 27,36 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat 29,2% jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














