Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi properti yang menjadi salah satu penopang terbesar pendapatan premi industri asuransi umum mengalami penurunan kinerja.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi properti mencapai Rp 15,51 triliun pada semester I-2026. Nilainya terkontraksi 13,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis Heri Supriyadi menyampaikan terkontraksinya lini tersebut tak terlepas dari menurunnya premi asuransi properti yang diperoleh tiga perusahaan besar. Heri menyebut kondisi itu merupakan siklus bisnis yang normal.
Baca Juga: Likuiditas Perbankan Tak Merata, Begini Penjelasan BI
"Ada 2 atau 3 asuransi yang memang cukup signifikan penurunannya. Hal itu lebih ke siklus bisnis yang normal karena dibangun oleh tiga perusahaan asuransi besar," ujarnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Heri juga mengungkapkan penurunan kinerja asuransi properti bukan disebabkan dari adanya perang tarif di industri asuransi umum. Meski mengalami penurunan pada pertengahan tahun, dia optimistis lini asuransi properti bisa kembali menunjukkan pemulihan pada akhir tahun ini.
"Jadi, tidak ada kaitannya dengan perang tarif. Hal itu lebih karena siklus bisnis. Saya optimistis tiga bulan berikutnya pasti akan di-cover lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan salah satu penyebab menurunnya kinerja lini asuransi properti juga dipicu adanya penutupan pabrik di Indonesia yang kemudian beralih ke luar negeri. Dengan demikian, objek harta benda yang diasuransikan berkurang.
Baca Juga: Proyek Energi Jadi Katalis Pertumbuhan TUGU
"Pabrik-pabrik atau investor asing keluar dari Indonesia, sehingga objek-objek yang diasuransikan otomatis berkurang. Selain itu, tentunya tidak ada tambahan kue baru di sektor harta benda," ucapnya.
Lebih lanjut, AAUI juga mengungkapkan menurunnya kinerja asuransi properti turut berdampak terhadap kinerja premi industri secara keseluruhan.
Sebagai informasi, AAUI mencatat, total premi industri asuransi umum mencapai Rp 58,19 triliun pada semester I-2026. Nilainya terkontraksi tipis 0,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














