kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

ALUDI Sebut Kinerja Industri Urun Dana Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026


Rabu, 25 Maret 2026 / 20:05 WIB
ALUDI Sebut Kinerja Industri Urun Dana Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi crowdfunding (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri urun dana atau securities crowdfunding (SCF) masih menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026.

Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), Patrick Gunadi menyebut bahwa situasi geopolitik global yang terjadi di awal tahun ini tidak begitu membawa dampak bagi kinerja industri SCF.

Hingga awal tahun ini, aktivitas penerbitan efek dinilai masih berjalan normal tanpa gangguan berarti. Hal ini karena industri SCF masih fokus pada pembiayaan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Jadi sejauh ini belum ada dampak signifikan dari dinamika geopolitik terhadap kinerja kami," ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/3/26).

Baca Juga: ALUDI Sebut Aktivitas Penerbitan Urun Dana pada Momentum Ramadan Cenderung Stabil

Dari segi investor, Patrick menyebut minat terhadap pendanaan konvensional maupun sukuk juga dinilai tetap stabil.

Sementara pada sektor ekspor, jumlah penerbit di sektor ini masih berkisar di bawah 10 penerbit sehingga dampak geopolitik global tidak begitu berdampak terhadap industri secara keseluruhan.

Meski begitu, industri urun dana tetap harus mencermati potensi risiko terutama dari kebijakan dalam negeri seperti kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, kenaikan BBM dinilai berpotensi mengganggu operasional pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi target utama pendanaan perusahaan urun dana.

Baca Juga: Urun Dana Bizhare Terapkan Strategi Ini Guna Dorong Kinerja hingga Akhir 2026

"Kalau operasional terganggu, bisa berdampak pada kualitas penerbitan efek terutama kemampuan pembayaran," jelasnya.

Pada kuartal pertama 2026, Patrick menyebut industri urun dana mulai melirik sektor logistik. Namun, sektor ini juga dipandang cukup sensitif terhadap kenaikan biaya operasional seperti BBM.

Oleh karena itu untuk kuartal berikutnya, ALUDI menyebut bahwa pelaku industri urun dana akan lebih mengedepankan strategi kehati-hatian dalam menyalurkan pendanaan.

Dibanding melakukan ekspansi agresif, pergerakan industri kini lebih selektif dan fokus pada penerbit dengan fundamental sehat dan memiliki profitabilitas jelas.

Dengan begitu, industri urun dana diharapkan bisa menjaga kualitas pembiayaan dan mempertahankan tren pertumbuhan yang positif.

Baca Juga: ALUDI Optimis Dana Kelolaan Tumbuh 50% pada Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×