CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

ALUDI Sebut Kinerja Industri Urun Dana Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026


Rabu, 25 Maret 2026 / 20:05 WIB
ALUDI Sebut Kinerja Industri Urun Dana Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi crowdfunding (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri urun dana atau securities crowdfunding (SCF) masih menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026.

Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), Patrick Gunadi menyebut bahwa situasi geopolitik global yang terjadi di awal tahun ini tidak begitu membawa dampak bagi kinerja industri SCF.

Hingga awal tahun ini, aktivitas penerbitan efek dinilai masih berjalan normal tanpa gangguan berarti. Hal ini karena industri SCF masih fokus pada pembiayaan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Jadi sejauh ini belum ada dampak signifikan dari dinamika geopolitik terhadap kinerja kami," ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/3/26).

Baca Juga: ALUDI Sebut Aktivitas Penerbitan Urun Dana pada Momentum Ramadan Cenderung Stabil

Dari segi investor, Patrick menyebut minat terhadap pendanaan konvensional maupun sukuk juga dinilai tetap stabil.

Sementara pada sektor ekspor, jumlah penerbit di sektor ini masih berkisar di bawah 10 penerbit sehingga dampak geopolitik global tidak begitu berdampak terhadap industri secara keseluruhan.

Meski begitu, industri urun dana tetap harus mencermati potensi risiko terutama dari kebijakan dalam negeri seperti kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, kenaikan BBM dinilai berpotensi mengganggu operasional pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi target utama pendanaan perusahaan urun dana.

Baca Juga: Urun Dana Bizhare Terapkan Strategi Ini Guna Dorong Kinerja hingga Akhir 2026

"Kalau operasional terganggu, bisa berdampak pada kualitas penerbitan efek terutama kemampuan pembayaran," jelasnya.

Pada kuartal pertama 2026, Patrick menyebut industri urun dana mulai melirik sektor logistik. Namun, sektor ini juga dipandang cukup sensitif terhadap kenaikan biaya operasional seperti BBM.

Oleh karena itu untuk kuartal berikutnya, ALUDI menyebut bahwa pelaku industri urun dana akan lebih mengedepankan strategi kehati-hatian dalam menyalurkan pendanaan.

Dibanding melakukan ekspansi agresif, pergerakan industri kini lebih selektif dan fokus pada penerbit dengan fundamental sehat dan memiliki profitabilitas jelas.

Dengan begitu, industri urun dana diharapkan bisa menjaga kualitas pembiayaan dan mempertahankan tren pertumbuhan yang positif.

Baca Juga: ALUDI Optimis Dana Kelolaan Tumbuh 50% pada Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×