kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.761   21,00   0,13%
  • IDX 8.792   44,33   0,51%
  • KOMPAS100 1.212   6,82   0,57%
  • LQ45 854   2,31   0,27%
  • ISSI 318   3,40   1,08%
  • IDX30 438   -0,52   -0,12%
  • IDXHIDIV20 512   0,53   0,10%
  • IDX80 135   0,81   0,60%
  • IDXV30 140   0,26   0,18%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

ALUDI Optimis Dana Kelolaan Tumbuh 50% pada Tahun 2026


Minggu, 04 Januari 2026 / 19:33 WIB
ALUDI Optimis Dana Kelolaan Tumbuh 50% pada Tahun 2026
ILUSTRASI. ALUDI Gelar Edukasi Securities Crowdfunding untuk UKM (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri Securities Crowdfunding (SCF) mencatat kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. 

Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) menilai bahwa pertumbuhan industri SCF berada pada fase growth exponential dan diperkirakan akan terus tumbuh positif pada tahun 2025.

Sejalan dengan itu, pada tahun 2025 ALUDI mencatat bahwa industri SCF telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp1,9 triliun, dengan jumlah penerbit yang telah melampaui seribu penerbit serta melibatkan lebih dari 190 investor.

Memasuki tahun 2026, ALUDI memproyeksikan prospek industri ini akan tetap cerah. Patrick Gunadi selaku Sekretaris Jenderal ALUDI menyebutkan bahwa asosiasi memandang pertumbuhan dana kelolaan akan mencapai angka 50% pada tahun 2026.

Baca Juga: ICX Proyeksikan Industri SCF Masuki Fase Konsolidasi 2026

"Asosiasi melihat cukup optimis dengan pertumbuhan 50% pada 2026," ujar Patrick.

Sementara itu, dari sisi sektor pendanaan, ALUDI memperkirakan kalau sektor usaha yang berhubungan dengan konsep sustainability berpotensi menjadi daya tarik utama bagi investor ritel.

Di samping itu, ALUDI juga memandang instrumen sukuk tetap memiliki potensi sebagai instrumen favorit di industri SCF.

Baca Juga: Urun-RI Proyeksikan Penyaluran Dana SCF Syariah Naik 1,5 Kali di 2026

"Sektor yang berhubungan dengan sustainability menjadi favorit pemodal retail dan instrumen sukuk tetap menjadi favorit," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, ALUDI melihat pentingnya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan tentang risiko dan peluang investasi, menerapkan transparansi dan kepatuhan terhadap tata kelola SCF sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan prinsip syariah bagi platform syariah, dan digitalisasi layanan  untuk mengembangkan platform yang lebih ramah pengguna.

Baca Juga: ALUDI Optimistis Pertumbuhan SCF Tetap Positif pada 2026

Selanjutnya: Ini Jadwal Kedatangan John Herdman ke Indonesia Setelah Menjadi Pelatih Baru Timnas

Menarik Dibaca: Sulit Fokus Bisa Jadi Anda Terkena Popcorn Brain

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×