kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Begini Kata OJK Soal Likuiditas Rp 100 T untuk Perbankan yang Diarahkan ke SBN


Rabu, 25 Maret 2026 / 20:53 WIB
Begini Kata OJK Soal Likuiditas Rp 100 T untuk Perbankan yang Diarahkan ke SBN
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lydia Tesaloni, Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai suntikan likuiditas yang diberikan Kementerian Keuangan untuk perbankan bakal tetap mendorong likuiditas perbankan, meski kini peruntukannya lebih difokuskan ke pembelian surat utang negara. 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sudah rampung menambahkan likuiditas total Rp 100 triliun ke perbankan pada pertengahan bulan ini. Ia tak merincikan alokasinya, yang pasti penerima suntikan likuiditas dana SAL (saldo anggaran lebih) sebelumnya, yakni bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta, kembali kebagian dana kali ini.

Namun, berbeda dengan suntikan likuiditas sebelumnya yang lebih diarahkan untuk pembiayaan, Purbaya bilang kali ini alokasinya lebih fokus untuk pembelian surat utang alias obligasi. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) yang cenderung naik jelang Lebaran 2026. 

Baca Juga: BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp 427,1 Triliun Hingga Pekan Pertama Maret 2026

“Dana Rp 100 triliun itu supaya bank bisa beli obligasi. Kalau bank beli obligasi, yield bisa ditekan turun lagi,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026). 

Menurutnya, saat ini pasar SBN memerlukan pembeli tambahan dan perbankan menjadi target pembeli yang tepat. 

Menanggapi ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut pada dasarnya kebijakan fiskal yang diberikan Purbaya tentu akan membantu likuiditas perbankan. Toh, kata Dian, penempatan di SBN bersifat sementara. 

Baca Juga: Insentif Likuiditas BI Tembus Rp 427,1 T, Penurunan Suku Bunga Perbankan Terbatas

“Istilahnya itu hanya temporary investment (investasi sementara). Daripada dibiarkan menganggur, lebih baik diinvestasikan berapa pun imbal hasilnya,” kata Dian dalam kesempatan terpisah, Rabu (25/3/2026). 

Toh, pada gilirannya ia bilang tujuan akhir dana di perbankan adalah penyaluran kredit. Apalagi, secara imbal hasil, bunga kredit relatif lebih menguntungkan bagi bank ketimbang bunga SBN. 

“Sekarang SBN paling tinggi kisaran 6%, kalau kredit bisa di atas 9% – 10%,” sebut Dian. 

Menurutnya, begitu permintaan kredit kembali menanjak, bank bakal mencairkan dana investasinya, termasuk di SBN, untuk kemudian disalurkan ke kredit. 

Secara umum, Dian melihat penempatan dana di SBN hanya upaya bank agar dana yang dimiliki tidak menganggur. Di sisi lain, pembelian SBN oleh bank sejatinya juga menjadi wujud partisipasi dalam membantu menopang pembiayaan fiskal negara. 

“Kalau beli SBN itu kan juga membantu negara sebetulnya. Balik lagi, membantu negara juga untuk pembiayaan fiskal begitu,” pungkasnya. 

Baca Juga: Likuiditas Longgar, Perbankan Ramai-Ramai Parkir Dana di SBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×