kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

OJK Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Investasi Dana Pensiun pada 2026


Rabu, 25 Maret 2026 / 14:46 WIB
OJK Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Investasi Dana Pensiun pada 2026
ILUSTRASI. DPLK (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja investasi dana pensiun pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan salah satunya adalah dinamika pasar keuangan global yang berpotensi memengaruhi kinerja investasi. 

"Termasuk kemungkinan penurunan imbal hasil seiring perubahan arah suku bunga," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (17/3).

Selain itu, Ogi menerangkan tantangan juga terkait dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko, keterbatasan kapasitas pendanaan dari pemberi kerja pada sebagian program pensiun, serta masih terbatasnya literasi dan partisipasi masyarakat dalam program dana pensiun.

Baca Juga: OJK Catat Baru 13 dari 18 Jamkrida Jadi Perseroda, Ini Kata Asippindo

Untuk menghadapi tantangan tersebut, dia menyampaikan dana pensiun perlu terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta mengoptimalkan strategi investasi secara prudent.

"Ditambah, mendorong inovasi produk dan pemanfaatan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan memperluas kepesertaan, termasuk dari sektor informal," tuturnya.

Ogi mengatakan upaya peningkatan literasi dana pensiun juga menjadi penting untuk memperkuat keberlanjutan sistem pensiun di masa depan.

Sementara itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menyebut industri dana pensiun perlu menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja investasi ke depannya. Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) penempatan ke instrumen deposito dapat disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas satu tahun. 

"Bagi DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), perlu memenuhi program life cycle funds untuk peserta yang 2 tahun atau 5 tahun menjelang pensiun," kata Bambang kepada Kontan.

Asal tahu saja, total investasi dana pensiun secara gabungan meningkat sebesar 6,99%, menjadi Rp 394,44 triliun per akhir 2025. 

Baca Juga: BCA Terapkan Klasifikasi Rekening Aktif hingga Dormant Mulai 7 Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×