kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Alumnia terus berkoordinasi dengan OJK setelah masuk regulatory sandbox


Senin, 26 Agustus 2019 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech


Reporter: Agustinus Respati | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua bulan berada di regulatory sandbox oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Alumnia terus lakukan penyesuaian. Alumnia dalam Inovasi Keuangan Digital OJK masuk ke dalam klaster blockchain-based.

"Kami sudah dua kali bikin laporan reguler ke OJK. Berikutnya, kami akan diskusi bersama untuk evaluasi. Termasuk juga, aturan-aturan yang diperlukan," kata CEO Alumnia Agus Wicaksono, pada Senin (26/8).

Baca Juga: Fintech P2P lending gencar kerjasama dengan bank

PT Alumnia Sinergi Adikarsa atawa Alumnia juga telah mengajukan pendapatnya mengenai klaster blockchain, tokenisasi, dan investasi terkait token. Alumnia bersama OJK tengah berdiskusi tentang perlunya aturan baru atau tambahan.

Alumnia terus mengikuti ketentuan regulator dalam sandbox ini. Sekarang, Alumnia sedang merencanakan mengurus sertifikasi ISO 270001.

"Belum ada yang secara spesifik minta kan, selain yang terkait untuk masuk regulatory ​sandbox. Di dalamnya ada juga risk management yang mencakup pula technology risk," terangnya.

Baca Juga: Jadi lender di Investree, Bank BRI gelontorkan dana Rp 200 miliar

Sejak awal, pihaknya menekankan juga pentingnya cyber security dan privasi data pada fintech.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×