kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Antisipasi risiko suku bunga, OJK sarankan perbankan tingkatkan efisiensi


Kamis, 04 Oktober 2018 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan konferensi pers mengenai perkembangan terkini kondisi industri keuangan, Kamis (4/10).

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK menjelaskan, saat ini perbankan menghadapi beberapa tantangan di antaranya adalah risiko terkait suku bunga, nilai tukar dan likuiditas.

“Ada potensi kenaikan biaya dana terkait dengan kenaikan bunga acuan, terkait ini kami sarankan bank melakukan efisiensi,” kata Wimboh ketika memberikan keterangan pers, di gedung Soemitro.

Terkait dengan kenaikan suku bunga acuan, Wimboh mengaku memang tidak seluruhnya ditransmisikan ke suku bunga kredit. Saat ini bank menurut Wimboh sudah mempunyai buffer yang cukup baik untuk menyerap kenaikan suku bunga.

Secara umum kondisi kinerja perbankan saat ini cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit yang sudah mencapai 12,12% sampai Agustus 2018.

Terkait kondisi likuiditas perbankan saat ini masih dalam tahap yang terkendali. Menurut Wimboh ke depan diproyeksi akan ada sentiment positif terkait industri perbankan.

Salah satunya adalah harga komoditas yang sudah mulai naik. Beberapa harga komoditas yang naik ini di antaranya adalah batubara dan kelapa sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×