kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Asbanda mendukung pembentukan holding BPD


Rabu, 18 Maret 2015 / 19:24 WIB
Asbanda mendukung pembentukan holding BPD
ILUSTRASI.  Senjata gelap yang disita dari kapal penangkap ikan tanpa kewarganegaraan di Laut Arab Utara diatur untuk inventaris di atas dek penerbangan kapal perusak berpeluru kendali USS O'Kane, 21 Desember 2021.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Asosiasi Bank Pembanguanan Daerah (Asbanda) mendukung konsolidasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui pembentukan induk usaha atau holding. Skema ini dirasakan sebagai pilihan yang lebih baik bagi BPD.

Menurut Eko Budiwiyono, Ketua Umum Asbanda, pembentukan holding BPD merupakan pilihan awal ketika menyinggung masalah konsolidasi BPD. "Sebab ini merupakan bentuk kerjasama strategis antar BPD untuk saling memperkuat," katanya di Jakarta, Rabu (18/3).

Eko menilai skema holding merupakan bentuk konsolidasi BPD yang terbaik. "Kita memang belum terpikir konsolidasi BPD (institusi)," pungkas Eko.

Wacana konsolidasi BPD via holding kembali digulirkan oleh Widigdo Sukarman, penulis buku "Liberalisasi Perbankan Indonesia". Menurutnya, BPD memiliki eksistensi, kompleksitas kepemilikan, serta nilai strategis bagi daerah bersangkutan.

Jika memaksakan terbetuknya konsolidasi kepemilikan BPD pada tiap pemerintah daerah akan menguras energi luar biasa besar dengan hasil belum tentu memuaskan. "Sehingga lebih tepat diatasi dengan pembentukan holding oleh pemerintah pusat," ujar Widigdo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×