Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tercatat mengalami pertumbuhan di tujuh bulan pertama tahun 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai aset industri LKM per Juli 2026 mencapai Rp 1,64 triliun. Jika ditelaah nilainya tumbuh 3,14%, dibandingkan posisi Juli 2025 yang sebesar Rp 1,59 triliun.
"Aset posisi per Juli 2026 sebesar Rp 1,64 triliun," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Budi Gadai Catat Penjualan Barang Jaminan Tak Ditebus 7%-10% pada Semester I-2026
Aset industri LKM per Juli 2026 juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 0,61%, dibandingkan pencapaian per Juni 2026 yang sebesar Rp 1,63 triliun.
Lebih lanjut, OJK mencatat penyaluran pinjaman LKM per Juli 2026 mencapai Rp 1,05 triliun. Adapun penyaluran pinjaman LKM per Juli 2026 tercatat sama dengan capaian posisi per Juli 2025 maupun per Juni 2026.
Agusman menyampaikan, nilai simpanan industri LKM mencapai Rp 0,63 triliun atau Rp 630 miliar per Juli 2026. Nilainya meningkat, jika dibandingkan posisi Juli 2025 yang sebesar Rp 0,58 triliun dan posisi Juni 2026 yang sebesar Rp 0,62 triliun.
Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) menyampaikan industri LKM perlu menerapkan sejumlah upaya guna meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman.
Ketua Umum Aslindo Burhan menerangkan salah satu upayanya, yakni penyelenggara LKM perlu meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
"Hal itu perlu terus digencarkan agar LKM makin dikenal masyarakat," ungkapnya kepada Kontan.
Baca Juga: Skema Tadpole Pindar Tak Sejalan dengan Perlindungan Konsumen
Selain itu, Burhan mengatakan, LKM perlu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan.
Dia bilang, asosiasi juga mendorong LKM untuk melaksanakan sertifikasi bagi pengurus dan mengedepankan penguatan tata kelola yang baik. Ditambah, melakukan kerja sama dengan lembaga lain dalam hal permodalan dan penguatan sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














