Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo mencatatkan volume pertanggungan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 81,6 triliun per Agustus 2026. Direktur Utama Askrindo Fankar Umran menerangkan pertanggungan tersebut mencakup 1,4 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,9 juta per Agustus 2026," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (14/9/2026).
Secara rinci, Fankar mengatakan 4 Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tercatat sebagai bank penyalur KUR di Askrindo. Dari seluruh penyaluran, dia bilang sebesar 78% porsinya itu didominasi BRI.
"Disusul Bank Mandiri sebesar 15%, kemudian BNI sebesar 5%," ungkapnya.
Baca Juga: OJK Pantau Penyelesaian Masalah KoinP2P Usai Penunjukan Penanggung Jawab Sementara
Fankar menerangkan UMKM yang merupakan nasabah BRI memakan porsi sebesar 90% terhadap total UMKM per Agustus 2026, sedangkan penyerapan tenaga kerja yang di-support BRI porsinya 85%.
Adapun sisa porsinya baik jumlah UMKM dan jumlah penyerapan tenaga kerja ditempati Bank Perkreditan Daerah (BPD) dan bank swasta.
Dilihat dari sektor usaha, Fankar menyampaikan, sektor usaha pertanian dan kehutanan mendominasi volume pertanggunan per Agustus 2026, dengan porsi sebesar 41%. Diikuti perdagangan sebesar 32%, dan jasa-jasa 14%.
Berdasarkan segmen bisnis, Fankar menerangkan, segmen mikro dan kecil mendominasi volume pertanggungan KUR Askrindo dengan porsi sebesar 99% per Agustus 2026. Dia bilang segmen lainnya, seperti segmen khusus, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan super mikro hanya memakan porsi 0,1% saja.
"Paling banyak adalah segmen mikro dan kecil, yaitu 79% dan 20%, sehingga hampir 99%. Hanya 0,1% yang bukan dari mikro dan kecil," kata Fankar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














