Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyalurkan total pembiayaan secara kumulatif sebesar lebih dari Rp 7,8 triliun kepada 5,3 juta akun peminjam atau borrower yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia per 9 September 2026.
Secara komposisi, Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan peminjam di Samir didominasi usia 35 tahun hingga 54 tahun sebesar 55% terhadap total pembiayaan.
"Disusul usia 19 tahun hingga 34 tahun sebesar 41%, dan sisanya usia lebih dari 54 tahun yang mencapai 4%," ujarnya dalam media gathering, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga: OJK: Batasan Pembiayaan di 3 Fintech Lending Tak Berlaku Jika Penuhi Syarat Tertentu
Dari persentase gender peminjam, Handy mengungkapkan didominasi peminjam laki-laki sebesar 55%, sedangkan perempuan 45%.
Terkait dominasi usia 35 tahun hingga 54 tahun, Handy mengatakan segmen usia tersebut memang sudah sesuai dengan risk appetite Samir. Dia bilang Samir menyasar usia tersebut tak terlepas dari analisis yang telah dilakukan perusahaan juga.
"Kami analisis dan evaluasi secara berkala mengenai penetapan calon penerima baru. Hal itu juga berdasarkan kriteria risk scoring kami. Jadi, kami mempunyai appetite sendiri, sehingga sasaran saat ini adalah usia 35 tahun sampai 54 tahun," ungkapnya.
Handy menjelaskan, bukan berarti segmen usia lain tidak baik. Sebab, setiap penyelenggara fintech lending tentu memiliki risk appetite masing-masing dan Samir memutuskan untuk menjadikan segmen usia 35 tahun hingga 54 tahun sebagai prioritas pertama untuk dibiayai.
Handy juga menyampaikan dominasi segmen usia 35 tahun hingga 54 tahun tersebut juga membuat Samir berbeda dengan fintech lending lain, yang mana biasanya didominasi usia produktif 19 tahun hingga 34 tahun.
Lebih lanjut, Handy mengatakan selama tujuh tahun berdiri, portofolio pembiayaan Samir memang masih didominasi Pulau Jawa sebesar 70%.
Baca Juga: BTN Bakal Rilis Tabungan Emas di Bale
Namun, dia bilang, Samir juga selalu berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan bisnis Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tidak lagi berfokus di Pulau Jawa, melainkan sudah makin ekspansif di luar Pulau Jawa.
Secara portofolio, dia bilang kontribusi penyaluran pembiayaan kumulatif Samir yang tertinggi di luar Pulau Jawa adalah Sumatra sebesar 15%, kemudian cukup merata dari Sulawesi sebesar 5%, Kalimantan sebesar 5%, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3%, serta makin berimbang antara Papua dan Maluku sebesar 1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














