kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.789   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.034   111,09   1,40%
  • KOMPAS100 1.124   16,25   1,47%
  • LQ45 817   10,90   1,35%
  • ISSI 285   6,34   2,28%
  • IDX30 427   6,29   1,49%
  • IDXHIDIV20 511   5,16   1,02%
  • IDX80 125   2,10   1,71%
  • IDXV30 139   3,66   2,70%
  • IDXQ30 138   1,04   0,76%

Astra Credit Companies: Persaingan Harga Mobil yang Makin Ketat Dapat Menjadi Peluang


Selasa, 03 Februari 2026 / 09:30 WIB
Astra Credit Companies: Persaingan Harga Mobil yang Makin Ketat Dapat Menjadi Peluang
ILUSTRASI. Persaingan harga mobil baru makin ketat, tapi pembiayaan multifinance tidak otomatis tertekan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri otomotif diwarnai kemunculan berbagai merek mobil baru, termasuk pabrikan dari China, belakangan ini. Bahkan, harga mobil baru tersebut dibanderol lebih rendah sehingga membuat persaingan pasar menjadi lebih kompetitif.

PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menilai fenomena persaingan harga mobil yang makin ketat akibat kehadiran mobil-mobil baru dengan harga lebih murah sebagai suatu peluang. 

"Sebab, ada peluang banyak orang akan melakukan pembiayaan dengan harga mobil yang makin terjangkau," ungkap EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo kepada Kontan, Senin (2/2/2026). 

Riadi berpendapat fenomena persaingan harga mobil yang makin ketat masih berpotensi terjadi pada tahun ini. Namun, dia menilai hal tersebut tidak serta-merta menekan pembiayaan kendaraan multifinance. Sebab, tertekannya pembiayaan kendaraan multifinance dapat terjadi karena beberapa faktor. 

Baca Juga: Adira Finance Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tumbuh Dobel Digit pada 2026

Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan pada tahun ini, ACC akan menerapkan sejumlah strategi. Riadi mengatakan strateginya berupa melakukan pengelolaan portofolio yang prudent, penguatan kerja sama dengan mitra, serta menghadirkan inovasi pada produk dan layanan.

"Ditambah, melakukan penyesuaian skema pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ucapnya.

Riadi menerangkan sepanjang 2025, ACC berhasil mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 40 triliun.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pembiayaan mobil baru multifinance terkontraksi 4,65% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 142,59 triliun per November 2025. 

Selanjutnya: Baht Thailand dan Won Korea Menguat Paling Tinggi Selasa (3/2), Mata Uang Asia Flat

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (3/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×