kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Pokok Pembiayaan Multifinance Terancam Susut Imbas Tren Mobil Baru dengan Harga Murah


Selasa, 03 Februari 2026 / 05:30 WIB
Pokok Pembiayaan Multifinance Terancam Susut Imbas Tren Mobil Baru dengan Harga Murah
ILUSTRASI. Pokok pembiayaan multifinance menurun drastis imbas gempuran mobil China harga murah.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri otomotif diwarnai kemunculan berbagai merek mobil baru, termasuk pabrikan dari China, belakangan ini. Bahkan, harga mobil baru tersebut dibanderol lebih rendah sehingga membuat persaingan pasar menjadi lebih kompetitif.

Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody berpendapat kondisi itu juga berdampak terhadap industri multifinance, khususnya yang bergerak pada pembiayaan kendaraan. 

Jody mengatakan persaingan harga mobil dengan munculnya merek baru, membuat pokok pembiayaan menjadi menurun. Dia menyebut kondisi itu juga berpotensi berdampak terhadap pertumbuhan pembiayaan kendaraan multifinance yang bisa berjalan melambat, sekaligus menjadi tantangan bagi industri.

Baca Juga: Asei Buka Suara Soal Batas Alokasi Saham untuk Asuransi yang Bakal Naik Jadi 20%

"Saya lihat pokok pembiayaan menurun, lantaran merek mobil baru yang muncul lebih banyak laku, terlebih dengan harga Rp 200 juta hingga 400 juta. Otomatis pokok pembiayaan menurun karena yang berkembang di segmen tersebut," ungkapnya kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Seiring kemunculan mobil baru dengan harga murah, Jody menerangkan industri mulitifinance tampaknya juga bisa kesulitan jika menyasar pasar mobil dengan ticket size besar atau Rp 500 juta ke atas. Sebab, multifinance juga akan berkompetisi dengan perbankan yang banyak bermain di segmen tersebut.

Oleh karena itu, Jody menyampaikan perusahaan multifinance tetap harus berupaya inovatif dan menghadirkan produk pembiayaan yang terjangkau pada tahun ini.

Baca Juga: Adira Finance Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tumbuh Dobel Digit pada 2026

"Di sisi lain, perusahaan multifinance juga harus tetap memperhatikan risiko kredit," kata Jody.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pembiayaan mobil baru multifinance terkontraksi 4,65% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 142,59 triliun per November 2025.

Selanjutnya: Kekayaan Epstein: Siapa 43 Orang yang Berhak Atas Warisan US$ 630 Juta?

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Selasa 3 Februari 2026, Arah Peluang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×