kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.104   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.077   39,42   0,65%
  • KOMPAS100 794   5,48   0,70%
  • LQ45 603   0,87   0,14%
  • ISSI 209   2,42   1,17%
  • IDX30 341   0,33   0,10%
  • IDXHIDIV20 423   0,01   0,00%
  • IDX80 91   0,53   0,59%
  • IDXV30 115   0,92   0,80%
  • IDXQ30 109   0,02   0,02%

Astra Sedaya Finance (ACC) Terapkan Sejumlah Strategi Guna Jaga NPF Tetap Terkendali


Selasa, 14 Juli 2026 / 07:42 WIB
Astra Sedaya Finance (ACC) Terapkan Sejumlah Strategi Guna Jaga NPF Tetap Terkendali
ILUSTRASI. Astra Sedaya Finance (ACC) berhasil menjaga NPF di bawah 1% saat industri memburuk.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menerapkan sejumlah strategi guna menjaga angka Non Performing Financing (NPF) tetap terkendali ke depannya.

EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan, perusahaan terus memperkuat kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pemantauan portofolio secara berkala.

"Ditambah, menerapkan manajemen risiko dan praktik tata kelola, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: OJK: Pergerakan Harga Emas Dapat Pengaruhi Kinerja Industri Pergadaian

Lebih lanjut, Riadi menyampaikan ACC terus mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi kualitas pembiayaan ke depannya. Dia bilang ada sejumlah hal yang dicermati, termasuk kondisi perekonomian secara umum, perkembangan daya beli masyarakat, dan dinamika pasar tenaga kerja.

"Selain itu, mencermati juga pergerakan suku bunga, serta perkembangan pada industri pembiayaan," tuturnya.

Sementara itu, Riadi bilang, NPF ACC per Juni 2026 berada di bawah 1%. Angkanya berada jauh di ambang batas ketentuan OJK atau tidak melebihi 5%. 

NPF ACC juga terbilang masih berada di bawah rata-rata industri multifinance yang mencapai 3,06% per Mei 2026. Adapun NPF industri multifinance terus menunjukkan pemburukan dalam beberapa bulan terakhir.

Terkait hal itu, Riadi bilang, kenaikan atau pemburukan NPF industri tak terlepas dari adanya beberapa faktor yang memengaruhi kualitas pembiayaan.

Dia menerangkan, faktornya yakni dinamika perekonomian, perkembangan industri, karakteristik portofolio pembiayaan, serta profil risiko pelanggan yang turut memengaruhi kualitas pembiayaan.

Alhasil, Riadi menyebut selektivitas dalam penyaluran pembiayaan merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan multifinance untuk menjaga kualitas portofolio. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×