kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Astra Sedaya kantongi laba bersih Rp 547 miliar


Jumat, 25 Juli 2014 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Informasi jadwal kereta Prameks Jogja-Kutoarjo, Senin-Minggu, 20 - 26 Februari 2023


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance (ASF), perusahaan yang tergabung dalam grup pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) mengantongi laba bersih sebesar Rp 547 miliar hingga pertengahan tahun ini. Realisasi itu mencerminkan pertumbuhan sebanyak 8,7% dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 503 miliar.

Pertumbuhan laba bersih, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, ditopang oleh kenaikan jumlah pendapatan perseroan sebesar 17,6% atau menjadi Rp 2,47 triliun. Pendapatan ini berasal dari aktivitas usaha perseroan pada lini pembiayaan konsumen.

Hingga Juni 2014, total outstanding pembiayaan konsumen mencapai Rp 25,7 triliun atau tumbuh 7% ketimbang posisi akhir tahun lalu (year to date) yang sebesar Rp 23,9 triliun. Sementara, outstanding pembiayaan berbasis syariah dengan akad murabahah berkisar Rp 715 miliar atawa menyusut 18%.

Ditemui KONTAN sebelumnya, Hugeng Gozali, Direktur Keuangan ASF mengatakan, dari sisi new booking alias pembiayaan baru, pihaknya membukukan pertumbuhan 6% menjadi sekitar Rp 13,9 triliun. “Seluruhnya mengalir ke kendaraan roda empat, yakni 70% mobil baru dan sisanya mobil bekas,” ujarnya.

ASF menargetkan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 24 triliun hingga akhir tahun nanti. Untuk menopang target ini, perseroan berancang-ancang merilis obligasi senilai Rp 2 triliun di kuartal ketiga nanti. “Tetapi, lihat situasi terlebih dulu lah, apakah kondisi makro ekonomi cukup baik,” terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×