Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Corporate Secretary YOII Rahmat Dwiyanto menjelaskan, hal ini seiring dengan portofolio bisnis YOII yang didominasi oleh produk-produk berdenominasi rupiah dengan eksposur valuta asing yang relatif terbatas.
“Sebagai perusahaan asuransi umum yang berfokus pada lini bisnis lifestyle dan ekosistem digital, portofolio kami didominasi oleh produk-produk berdenominasi rupiah dengan eksposur valuta asing yang relatif terbatas,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Obligasi SMI Senilai Rp 465 Miliar Akan Jatuh Tempo pada Juli 2026
Meski demikian, YOII tetap mencermati pergerakan nilai tukar rupiah secara saksama. Perusahaan secara berkala melakukan kajian internal terhadap potensi dampak pelemahan rupiah, baik dari sisi liabilitas klaim, biaya reasuransi, maupun portofolio investasi.
Rahmat bilang, manajemen risiko nilai tukar menjadi bagian integral dalam tata kelola keuangan perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tekanan yang dapat timbul dari fluktuasi kurs.
Ia menjelaskan, dalam industri asuransi umum secara keseluruhan, lini bisnis yang paling rentan terhadap pelemahan rupiah umumnya berasal dari asuransi terkait proyek konstruksi dengan kontrak dalam mata uang dolar AS.
Sementara itu, eksposur YOII terhadap risiko tersebut dinilai lebih terkelola karena fokus pada segmen lifestyle.
Sejumlah langkah mitigasi juga telah disiapkan, antara lain melalui pengelolaan portofolio reasuransi secara prudent, penyesuaian pricing secara berkala, serta memastikan kecukupan cadangan teknis.
Dari sisi kinerja, per Maret 2026, YOII membukukan premi sekitar Rp 162 miliar (basis PSAK 104) dengan laba periode berjalan yang tetap positif.
Untuk itu, YOII akan melanjutkan strategi pengembangan produk berbasis gaya hidup, baik secara vertikal maupun horizontal, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













