Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset industri asuransi non-komersial masih mengalami kontraksi tipis per Februari 2026 di tengah perannya dalam menopang program jaminan sosial.
Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total aset asuransi non-komersial mencapai sebesar Rp 220,20 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut turun tipis 0,57% secara tahunan (year on year/YoY).
Adapun pada bulan sebelumnya, yakni Januari 2026, aset asuransi non-komersial ini turun 0,42% yoy atau mencapai Rp 219,63 triliun.
Baca Juga: Asuransi Digital (YOII) Nilai Dampak El Nino Terbatas, Fokus Perkuat Manajemen Risiko
Seperti diketahui, asuransi non-komersial ini mencakup program jaminan sosial yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.
Secara rinci, dari sisi premi, pendapatan premi asuransi non-komersial tercatat sebesar Rp 32,45 triliun per Februari 2026 atau tumbuh 6,33% YoY.
Sementara itu, nilai klaim asuransi non-komersial mencapai Rp 34,81 triliun per Februari 2026 atau meningkat sebanyak 11,53% YoY.
Baca Juga: Jasindo Waspadai Lonjakan Klaim Asuransi Pertanian akibat El Nino 2026
Sebagai informasi, secara keseluruhan total aset industri perasuransian mencapai Rp 1.219,35 triliun per Februari 2026 atau tumbuh 6,80% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













