Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia mengungkapkan lini asuransi harta benda masih menjadi salah satu penopang utama industri asuransi umum hingga saat ini.
Sebagai gambaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi harta benda mencapai Rp 8,47 triliun per Maret 2026. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 25,18% terhadap total premi industri asuransi umum.
Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe mengatakan, secara industri lini asuransi harta benda memang menjadi salah satu kontributor utama selain asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kredit.
“Ketiga produk asuransi tersebut sangat terkait dengan aktivitas harian masyarakat pada umumnya,” ujar Dody kepada Kontan, Senin (19/5/2026).
Baca Juga: Asei Ungkap Lini Bisnis Asuransi yang Masih Bergantung pada Reasuransi Luar Negeri
Meski demikian, lini asuransi harta benda belum menjadi bisnis dominan bagi Asei. Dody menyebut perusahaan lebih memfokuskan bisnis pada kelompok asuransi keuangan, seperti asuransi kredit, asuransi perdagangan, dan penjaminan.
Namun pada tahun ini, Asei mulai mengembangkan sejumlah produk asuransi ritel, termasuk asuransi properti untuk rumah tinggal dan sejenisnya.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan produk asuransi kendaraan bermotor, asuransi siswa, pelajar dan mahasiswa, asuransi perjalanan, hingga asuransi tanggung gugat profesi dokter.
"Fokus Asei adalah untuk mendapatkan hasil underwriting yang maksimal dari produk-produk asuransi retail tersebut karena karakteristik risiko relatif rendah," ungkapnya.
Baca Juga: Asei Perkuat Asuransi Kredit, Fokus Kualitas Risiko dan Profitabilitas
Menurutnya, bisnis asuransi properti masih cukup resilien lantaran ditopang kebutuhan proteksi dari sektor perdagangan, manufaktur, logistik, proyek infrastruktur, hingga aset korporasi yang masih aktif melakukan pembiayaan dan ekspansi.
Selain itu, ekosistem perdagangan dan ekspor-impor yang menjadi kekuatan bisnis Asei juga turut menopang kebutuhan perlindungan aset dan warehouse coverage.
Sebagai informasi, melansir laporan keuangan Asei, total premi bruto perusahaan tercatat sebesar Rp 334,71 miliar per Maret 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 42,52 miliar.
Baca Juga: Asei: SRBI Bisa Jadi Alternatif Investasi Jangka Pendek yang Menarik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













