kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.643   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.321   -50,14   -0,79%
  • KOMPAS100 835   -8,61   -1,02%
  • LQ45 634   -1,06   -0,17%
  • ISSI 225   -2,60   -1,14%
  • IDX30 362   0,42   0,12%
  • IDXHIDIV20 450   3,17   0,71%
  • IDX80 96   -0,68   -0,70%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,67%
  • IDXQ30 118   1,02   0,87%

Hingga Akhir 2025, Dana Kelolaan Wealth Management OCBC Capai Rp 120 Triliun


Rabu, 20 Mei 2026 / 13:53 WIB
Hingga Akhir 2025, Dana Kelolaan Wealth Management OCBC Capai Rp 120 Triliun
ILUSTRASI. Bisnis Wealth Management Banking OCBC NISP (KONTAN/BAihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) terus memperkuat bisnis wealth management di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengelolaan aset dan investasi yang terintegrasi. Hingga akhir 2025, nilai bisnis wealth management OCBC telah melampaui Rp 120 triliun.

Direktur OCBC Johannes Husin mengatakan, pertumbuhan bisnis wealth management perseroan dalam periode 2022 hingga Desember 2025 tercatat mencapai compound annual growth rate (CAGR) sebesar 29%.

Menurut Johannes, pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan pengelolaan kekayaan yang lebih komprehensif dan mudah diakses secara digital.

Baca Juga: Easycash Pastikan Dana Ekuitas di Atas Ketentuan OJK, Tembus Rp 169 Miliar pada 2025

“Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth jangka panjang,” ujar Johannes di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

OCBC menilai transformasi digital turut mengubah perilaku nasabah dalam mengelola kebutuhan finansial. Hal ini tercermin dari meningkatnya transaksi wealth management melalui kanal digital.

Sepanjang 2025, porsi transaksi wealth management melalui platform digital meningkat menjadi 44%, dari sebelumnya 30% pada 2024. Selain itu, jumlah transaksi obligasi melalui platform digital tumbuh 50% secara tahunan (year on year/YoY), dengan volume transaksi melonjak 89% YoY.

Tak hanya itu, dalam lima tahun terakhir, frekuensi transaksi nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, dan pembayaran tagihan juga mencatat pertumbuhan CAGR sebesar 68%.

Johannes mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan kebutuhan transaksi harian, lifestyle, hingga pengelolaan aset kini semakin terhubung dalam satu ekosistem layanan finansial.

Untuk memperluas jangkauan layanan, OCBC menghadirkan tiga layanan utama sesuai segmen nasabah. Pertama, NYALA by OCBC yang menyasar nasabah digital untuk kebutuhan transaksi dan investasi sehari-hari.

Kedua, OCBC Premier Banking yang menawarkan layanan wealth management komprehensif melalui dukungan relationship manager dan tim wealth management. Ketiga, OCBC Private Bank yang menyasar segmen ultra-high-net-worth dengan layanan pengelolaan kekayaan dan perencanaan warisan.

Baca Juga: Laba Fintech Lending Turun 21,68% per Maret 2026, Ini Biang Keroknya

Selain itu, OCBC juga memperkuat ekosistem bisnis melalui sinergi dengan PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Great Eastern Life Indonesia untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih menyeluruh.

“Wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi, tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah,” kata Johannes.

Ia menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 85 tahun di Indonesia, OCBC optimistis dapat terus memperkuat layanan wealth management dan meningkatkan kontribusi terhadap industri jasa keuangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×