Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia membeberkan terdapat sejumlah lini bisnis yang umumnya memanfaatkan dukungan reasuransi luar negeri. Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan lini bisnis tersebut, yakni asuransi kredit perdagangan khususnya ekspor, marine cargo khususnya pengangkutan internasional, serta suretyship dan customs bond tertentu.
"Selain itu, property dan engineering dengan nilai pertanggungan besar, serta risiko-risiko khusus yang bersifat catastrophe atau accumulation risk," katanya kepada Kontan, Selasa (11/5).
Dody menambahkan, produk asuransi perdagangan yang terkait ekspor, juga menjadi salah satu lini bisnis yang menggunakan dukungan reasuransi luar negeri, khususnya terkait transaksi dengan eksposur negara tujuan tertentu, buyer risk yang besar, maupun tenor perdagangan yang panjang.
Baca Juga: Bank Besar Catat Kenaikan Transaksi Kartu Kredit di Kuartal I-2026, Terdorong Promo
Dalam bisnis trade credit dan export credit insurance, dia menyebut reasuradur internasional memiliki pengalaman, database risiko global, serta kapasitas yang lebih luas dalam membaca country risk, political risk, maupun default risk lintas negara.
Untuk perdagangan internasional, Dody mengatakan eksposur kerugiannya sering kali tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik, tetapi juga dinamika global, seperti perang, geopolitik, krisis logistik, perubahan tarif perdagangan, hingga perlambatan ekonomi negara tujuan ekspor.
"Oleh karena itu, dukungan reasuransi global menjadi penting untuk menjaga sustainability underwriting," tuturnya.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan penempatan reasuransi ke reasuransi luar negeri umumnya dilakukan untuk jenis risiko yang memiliki eksposur besar, kompleks, atau membutuhkan kapasitas yang belum sepenuhnya tersedia di pasar domestik. Dalam praktiknya, dia bilang keterlibatan reasuradur luar negeri ada yang menjadi bagian dari reasuransi treaty (otomatis), maupun penempatan reasuransi fakultatif (case by case).
Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi per Maret 2026, Asei tercatat dominan menggunakan reasuransi dalam negeri. Adapun sebanyak 37,5% risiko dilimpahkan kepada PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), diikuti PT Maskapai Reasuransi Indonesia sebesar 22,5%.
Baca Juga: Biaya Dana Berpotensi Menekan Kinerja, Perbankan Atur Strategi Jaga Profitabilitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













