kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Asei Ungkap Lini Bisnis Asuransi yang Masih Bergantung pada Reasuransi Luar Negeri


Selasa, 12 Mei 2026 / 19:26 WIB
Asei Ungkap Lini Bisnis Asuransi yang Masih Bergantung pada Reasuransi Luar Negeri
ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia membeberkan terdapat sejumlah lini bisnis yang umumnya memanfaatkan dukungan reasuransi luar negeri. Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan lini bisnis tersebut, yakni asuransi kredit perdagangan khususnya ekspor, marine cargo khususnya pengangkutan internasional, serta suretyship dan customs bond tertentu.

"Selain itu, property dan engineering dengan nilai pertanggungan besar, serta risiko-risiko khusus yang bersifat catastrophe atau accumulation risk," katanya kepada Kontan, Selasa (11/5).

Dody menambahkan, produk asuransi perdagangan yang terkait ekspor, juga menjadi salah satu lini bisnis yang menggunakan dukungan reasuransi luar negeri, khususnya terkait transaksi dengan eksposur negara tujuan tertentu, buyer risk yang besar, maupun tenor perdagangan yang panjang. 

Baca Juga: Bank Besar Catat Kenaikan Transaksi Kartu Kredit di Kuartal I-2026, Terdorong Promo

Dalam bisnis trade credit dan export credit insurance, dia menyebut reasuradur internasional memiliki pengalaman, database risiko global, serta kapasitas yang lebih luas dalam membaca country risk, political risk, maupun default risk lintas negara. 

Untuk perdagangan internasional, Dody mengatakan eksposur kerugiannya sering kali tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik, tetapi juga dinamika global, seperti perang, geopolitik, krisis logistik, perubahan tarif perdagangan, hingga perlambatan ekonomi negara tujuan ekspor. 

"Oleh karena itu, dukungan reasuransi global menjadi penting untuk menjaga sustainability underwriting," tuturnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan penempatan reasuransi ke reasuransi luar negeri umumnya dilakukan untuk jenis risiko yang memiliki eksposur besar, kompleks, atau membutuhkan kapasitas yang belum sepenuhnya tersedia di pasar domestik. Dalam praktiknya, dia bilang keterlibatan reasuradur luar negeri ada yang menjadi bagian dari reasuransi treaty (otomatis), maupun penempatan reasuransi fakultatif (case by case). 

Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi per Maret 2026, Asei tercatat dominan menggunakan reasuransi dalam negeri. Adapun sebanyak 37,5% risiko dilimpahkan kepada PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), diikuti PT Maskapai Reasuransi Indonesia sebesar 22,5%. 

Baca Juga: Biaya Dana Berpotensi Menekan Kinerja, Perbankan Atur Strategi Jaga Profitabilitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×