Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia atau (Jasindo) mencatat pertumbuhan premi lini asuransi harta benda pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini sejalan dengan masih tingginya kebutuhan perlindungan aset dan properti, terutama dari segmen korporasi.
Sebagai gambaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi harta benda industri asuransi umum mencapai Rp 8,47 triliun per Maret 2026. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 25,18% terhadap total premi industri asuransi umum.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, premi lini asuransi harta benda Jasindo tercatat sebesar Rp 196,6 miliar pada kuartal I-2026. Nilai itu tumbuh 19,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 164,1 miliar.
“Pertumbuhan tersebut mencerminkan masih tingginya kebutuhan perlindungan aset dan properti, khususnya dari segmen korporasi,” ujar Brellian kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Laba Fintech Lending Turun 21,68% per Maret 2026, Ini Penjelasan AFPI
Selain lini harta benda, Jasindo juga mencatat pertumbuhan pada sejumlah lini bisnis lain. Premi rangka pesawat tumbuh 37,63% menjadi Rp 65,8 miliar, sedangkan lini energi offshore meningkat 39,10% menjadi Rp 24,8 miliar hingga Maret 2026.
Adapun premi dari lini kecelakaan diri juga melonjak 174,15% pada periode yang sama. Dari sisi klaim, lini harta benda menunjukkan perbaikan.
Adapun Jasindo akan fokus menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat melalui penerapan underwriting yang prudent, optimalisasi pricing, serta penguatan manajemen risiko.
Perusahaan juga memperkuat sinergi dengan ekosistem IFG dan sektor korporasi guna memperluas penetrasi pasar secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













