Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai kecilnya porsi investasi emas di industri asuransi tidak terlepas dari sejumlah faktor, mulai dari regulasi hingga karakteristik instrumen tersebut.
Irvan mengatakan, saat ini emas belum menjadi pilihan utama dalam portofolio investasi asuransi karena keterbatasan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang belum sepenuhnya membuka ruang investasi pada instrumen tersebut.
“Karena emas yang tidak menghasilkan passive income serta fluktuasi harga yang tinggi dalam jangka pendek," kata Irvan kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: ACC Sebut Kinerja Pembiayaan Multiguna Tunjukkan Pertumbuhan pada Februari 2026
Di samping itu, volatilitas harga emas dalam jangka pendek dinilai cukup tinggi. Faktor lain seperti biaya penyimpanan dan risiko keamanan juga menjadi pertimbangan bagi perusahaan asuransi.
Meski demikian, Irvan menilai emas tetap memiliki peran penting sebagai instrumen lindung nilai (hedging), terutama di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Menurutnya, emas memiliki karakter sebagai aset safe haven, likuid, serta memiliki korelasi rendah bahkan cenderung negatif terhadap aset tradisional seperti saham dan obligasi.
“Dalam kondisi krisis atau inflasi tinggi, emas terbukti mampu menjaga daya beli dan stabilitas portofolio,” jelasnya.
Irvan menambahkan, ke depan peluang peningkatan alokasi investasi emas di industri asuransi masih terbuka. Hal ini seiring dengan fungsinya sebagai aset lindung nilai yang stabil, tahan terhadap inflasi, serta relatif likuid.
“Peluangnya tetap besar, terutama sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan lindung nilai dalam jangka panjang,” katanya.
Sebagai informasi, OJK mencatat hingga Januari 2026, penempatan investasi emas di industri asuransi komersial baru mencapai sekitar Rp 3,4 miliar atau setara 0,0005% dari total investasi.
Baca Juga: Jasindo Terapkan Sejumlah Strategi Ini Dorong Kinerja Premi pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













