kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Aturan repo syariah genjot likuiditas bank syariah


Rabu, 13 Mei 2015 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. Wortel bermanfaat melawan bau mulut tidak sedap.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bank Syariah Mandiri (BSM) menyambut baik terbitnya peraturan Bank Indonesia (BI) tentang repo bank syariah. Aturan tersebut dianggap bisa membawa dampak positif meningkatkan volume aktifitas pasar modal (keuangan) syariah nasional.

"Bank Syariah akan termotivasi membeli sukuk karena dapat digunakan untuk bumper likuiditas jika diperlukan," ujar Agus Dwi Handaya, Direktur Keuangan BSM kepada KONTAN, Rabu (13/5).

Selama ini, Agus menilai, sumber likuiditas di pasar uang syariah terbatas pada pinjaman money market. Dengan adanya repo syariah, maka terbuka jalan sarana untuk meningkatkan likuiditas pasar bank syariah.

Agus juga bilang, repo syariah memungkinkan bank yang tidak ada credit line dapat melakukan transaksi. "Karena dengan repo bank syariah terdapat jaminan (surat berharga) sebagai dasar transaksinya," imbuh dia.

Meski begitu, Agus memberi catatan. Menurut dia, diperlukan tindak lanjut dari otoritas untuk koordinasi mini repo agreement antar bank syariah agar kebijakan ini bisa lebih cepat diimplemntasikan pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×