kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.975
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Awal tahun, kredit konsumer perbankan tumbuh lebih lambat


Kamis, 07 Maret 2019 / 18:12 WIB

Awal tahun, kredit konsumer perbankan tumbuh lebih lambat
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah di Kantor Cabang Bank Mandiri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dalam analisis uang beredar mencatat pada awal tahun pertumbuhan kredit konsumsi terbilang melambat. Per Januari 2019 kredit konsumsi hanya tumbuh 9,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.518,4 triliun.

Realisasi tersebut menurun dari periode Desember 2018 lalu yang sempat tumbuh 10,3% yoy menjadi Rp 1.524,3 triliun. Bila ditelisik, pertumbuhan ini utamanya disebabkan dari perlambatan kredit kendaraan bermotor (KKB) dari 12,8% yoy menjadi 10% yoy.


Selain itu, kredit pemilikan rumah (KPR) juga ikut relatif stagnan dari periode bulan sebelumnya dengan kenaikan sebesar 13,5%. Sementara kredit multiguna turun cukup besar dari Rp 584,6 triliun per Desember 2018 Rp Rp 581,6 triliun di bulan Januari 2019 lalu meski masih tumbuh 13,4% yoy.

Sejumlah bankir menilai, perlambatan kredit konsumer di awal tahun hal yang sangat wajar. Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas menjelaskan bila merujuk data historikal, pertumbuhan kredit konsumer secara nasional memang selalu lebih lambat dibanding dengan periode-periode berikutnya.

Meski tak membeberkan angka, Rohan mengungkap kalau dari performa kredit konsumer Bank Mandiri tetap mencetak pertumbuhan positif di awal tahun. Salah satunya berasal dari pemesan baru (new booking) kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit kepemilikan kendaraan (KKB).

Tahun ini, bank bersandi bursa BMRI ini tetap percaya diri kredit konsumer tetap akan tumbuh sesuai dengan target yaitu dua digit. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain dengan menggalakkan program KPR yang fokus untuk terus tumbuh dengan meningkatkan intensifikasi kepada nasabah eksisting.

Bank Mandiri juga sudah menggarap pangsa pasar baru yakni KPR milenial. Terbaru misalnya, Mandiri menggandeng 25 pengembang perumahan dengan kredit murah melalui fasilitas Mandiri KPR dengan harga mulai dari Rp 140 juta.

Program suku bunga KPR yang ditawarkan juga menarik yakni 0,54% flat per bulan selama 10 tahun, tak cuma KPR Mandiri juga adakan program KKB milenial yang menawarkan skema angsurang berjenjang selama 5 tahun.

"Melalui produk KPR milenial diharap bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk segera memperoleh rumah melalui FLPP," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (6/3).

Khusus untuk KKB, bank berlogo pita emas ini menggandeng perusahaan anak baik dari sisi joint financing maupun metode akuisisi. Lewat cara ini, diharap pertumbuhan bisnis kredit konsumer Bank Mandiri bisa tumbuh lebih baik dan berkualitas.

Catatan saja, tahun lalu Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsumer sebesar 11,6% yoy menjadi Rp 87,4 triliun. Penopang utamanya berasal dari KPR yang memakan porsi 42,1% dari total kredit dengan pertumbuhan 10,4% serta KKB yang naik 18,2% yoy tahun lalu.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0804 || diagnostic_web = 0.3682

Close [X]
×